Jaga Stok Jadi Kunci Cegah Harga Pangan Naik Pascalebaran
Kamis, 26 Maret 2026 | 23:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kenaikan harga jelang Lebaran memang sudah lumrah terjadi. Meski demikian, kenaikan tersebut tidak boleh terjadi berlarut-larut setelah Lebaran.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai ketersediaan stok dan kelancaran distribusi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga pangan setelah Lebaran 2026.
Esther menjelaskan harga beras dapat menjadi indikator utama bagi stabilitas komoditas pangan lainnya. Menurutnya, kondisi harga beras yang relatif stabil saat ini ditopang oleh kuatnya cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.
“Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah petani saat panen raya dan memperkuat pengawasan kualitas gudang. Karena itu harga beras tetap normal,” ujar Esther dilansir dari Antara, Kamis (26/3/2026).
Ia menyebut stok beras Bulog pada awal Maret 2026 berada di kisaran 3,7 juta hingga 3,74 juta ton. Dengan tambahan panen di sejumlah daerah, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 4,5 juta hingga 5 juta ton pada akhir Maret.
Menurut Esther, kondisi stok yang memadai menjadi alasan utama harga beras lebih stabil dibandingkan komoditas pangan lainnya. “Ini harus terus dijaga agar stabilitas harga pangan tetap terjaga,” katanya.
Selain ketersediaan stok, ia menekankan distribusi sebagai faktor krusial dalam menjaga kestabilan harga. Pasokan yang cukup tidak akan efektif jika distribusi terganggu, karena dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Pemerintah perlu memastikan distribusi barang dan logistik berjalan lancar agar harga tetap stabil,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan distribusi, termasuk melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional per 25 Maret 2026, harga beras SPHP berada di kisaran Rp 12.000 per kilogram, beras premium Rp 14.400 per kilogram, dan beras medium Rp 12.200 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing tercatat sekitar Rp 35.000 per kilogram.
Esther menegaskan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara pasokan dan distribusi secara konsisten agar stabilitas harga pangan dapat dipertahankan dalam jangka menengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




