Petani Sarang Burung Walet Minta Tambahan Kuota Ekspor
Senin, 8 Agustus 2022 | 21:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) mempertanyakan belum disetujuinya pengajuan penambahan kuota ekspor sarang burung walet.
Dewan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Benny Hutapea mengatakan pihaknya telah banyak menerima keluhan soal pengajuan penambahan kuota ekspor yang tidak kunjung direspon oleh Pemerintah, padahal pemerintah selalu menyampaikan akan menggenjot ekspor sarang burung walet.
"Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menargetkan 2.500 ton sarang burung walet dapat diekspor pada tahun 2024. Jumlah tersebut naik secara signifikan dibanding realisasi tahun 2020 yang mencapai 1.155 ton. Dengan sisa tiga tahun ke depan, target tersebut sangat sulit dicapai jika pengajuan kuota ekspor tidak dipermudah," kata Benny dalam keterangan pers, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Mentan Lepas Ekspor Sarang Burung Walet ke Tiongkok
Di sisi lain, PPSWN menyoroti adanya penambahan kuota ekspor yang diberikan pemerintah kepada perusahaan yang pernah terkena sanksi tidak boleh mendagangkan sarang burung walet ke luar negeri akibat melanggar kuota ekspor pada 2021. Informasi itu diperoleh dari media massa.
Perusahaan tersebut adalah PT Anugerah Citra Walet Indonesia, eksportir dari Indonesia, yang memiliki pabrik di Bogor. Tahun ini, perseroan itu mendapatkan tambahan kuota ekspor sarang burung walet sebanyak 37 ton dari 10 ton pada tahun lalu.
"Pemerintah memberikan contoh yang tidak baik kepada rakyat dan membuat rakyat kecewa. Penambahan kuota kepada perusahaan yang menjalani sanksi larangan mendagangkan sarang burung walet ke luar negeri akan menjadi preseden buruk bagi iklim usaha di Indonesia," katanya.
Baca Juga: Regulasi Ekspor Sarang Burung Walet Perlu Disederhanakan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




