Perusahaan Ini Berikan Kacamata Gratis untuk Anak SD
Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - ZAF Eye Care bekerja sama dengan Pemkot Jakarta Selatan mengadakan acara bakti sosial pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis untuk anak SD. Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, bahwa diprediksi pada tahun 2050 sekitar 50% atau setengah populasi dunia akan menderita rabun jauh atau miopia. Hal ini semakin mengkhawatirkan sementara situasi pandemi Covid-19 yang juga dinilai turut berperan dalam meningkatkan kasus miopia, termasuk pada anak-anak.
Karena di era digital sekarang ini banyak anak-anak yang lebih sering beraktivitas memandangi layar telepon seluler. Hal ini lah yang membuat perubahan signifikan meningkatnya kasus miopia pada anak.
ZAF Eye Care bekerja sama dengan Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan mengadakan acara bakti sosial pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) yang tidak mampu di wilayah Kota Administrasi Jaksel.
Didukung oleh 6 Dokter Spesialis Mata, yaitu dr. Zoraya Ariefia Feranthy, SpM., dr. Kianti Raisa Darusman, SpM(K), MMedSci., dr. Rizki Rahma Nauli, SpM., dr. Antonius Dwi Juniarto, SpM., dr. Sri Hudaya, SpM., dan dokter Kepala Instalasi Gawat Darurat dr. Gia Pratama untuk melancarkan acara bakti sosial ZAF Eye Care.
Acara bakti sosial ini diselenggarakan pada hari Jum'at lalu tanggal 5 Agustus 2022, di ruang serbaguna Kantor Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang diikuti oleh 246 anak usia SD dengan dukungan dari rekan Ralindo dan Laulima dan para sponsor.
Baksos ini menyasar anak-anak usia SD dikarenakan kemampuan melihat pada usia tersebut sangat bisa mempengaruhi status sosial dan ekonomi mereka di masa yang akan datang.
Melalui pemeriksaan mata pada 246 anak usia SD 6-12 tahun di kota Jakarta Selatan, didapatkan hasil diagnosis anak yang memiliki ptosis sebesar 0,4%, glaukoma 0,4%, katarak 0,4%, alergi 10,2%, astigmatisme 13,4%, mata normal 15,5%, dan yang paling besar myopia sebanyak 59,8%.
Zoraya Ariefia Feranthy, pendiri dan CEO ZAF Eye Care mengatakan dari hasil bakti sosial ini didapatkan data yang cukup mengkhawatirkan.
"Dari 246 peserta dengan rentang usia 6-12 tahun, didapatkan sebesar 73,17% anak dengan kelainan refraksi. Kelainan refraksi seperti minus, plus, dan astigmatisme atau silinder ini adalah penyebab gangguan penglihatan yang dapat diatasi dengan pemberian kacamata yang tepat," ujar Zoraya, Rabu (10/8/2022) dalam keterangan tertulisnya.
Sedangkan, untuk angka mata minus didapatkan sebesar 59,75%, dari data yang didapat minus anak-anak dimulai dari -0.50 sampai dengan -11 dan silindris murni sebesar 13,41%. Selain itu, ada pula anak dengan kasus katarak sebanyak 1 orang, glaukoma 1 orang, dan mata malas atau amblyopia sebanyak 17,48%.
Dr. Zoraya mengatakan, penting untuk disadari bersama bahwa status penglihatan saat ini sangat mempengaruhi status sosial dan ekonomi anak-anak di masa yang akan datang. Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan mata rutin, terutama bagi anak-anak.
"Saya berharap dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata," pungkas Zoraya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




