ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ambyar! Bursa AS Hilang 1.000 Poin Setelah Komentar Powell

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 05:54 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP/Johannes Eisele)

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street anjlok pada Jumat (26/8/2022) setelah Ketua bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dalam pidatonya di Jackson Hole mengatakan bahwa bank sentral tidak akan mundur dalam melawan lonjakan inflasi.

Dow Jones Industrial Average di bursa AS turun 1.008,38 poin, atau 3,03%, menjadi 32.283,40. Penurunan semakin cepat hingga penutupan. S&P 500 turun 3,37% menjadi 4.057,66, dan Nasdaq Composite hilang 3,94% menjadi 12.141,71.

Baca Juga: Bursa AS Menguat karena Klaim Pengangguran Awal Turun

Hanya lima saham S&P 500 di bursa AS yang membukukan kenaikan pada Jumat. Kinerja S&P 500 menjadi penutupan terendah sejak 27 Juli di posisi 4.023,61.

ADVERTISEMENT

Rata-rata indeks utama di bursa AS turun masuki minggu kedua. Sepanjang pekan ini Dow jatuh 4,2%, S&P 500 kehilangan 4% dan dan Nasdaq Composite tergerus 4,4%.

Perjuangan pasar selama 10 hari terakhir menghapus beberapa reli yang solid di awal Agustus. Indeks ditutup pada 4.305,2 pada 16 Agustus tetapi telah kehilangan lebih dari 5% sejak saat itu.

Powell mengulangi sikap kerasnya terhadap inflasi sehingga investor khawatir implikasi suku bunga tinggi akan dipertahankan untuk waktu lama.

"Memulihkan stabilitas harga kemungkinan akan membutuhkan sikap kebijakan yang membatasi untuk beberapa waktu," kata Powell.

Baca Juga: Bursa AS Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Turun

Sementara Kepala Manajemen Portofolio di Horizon Investments, Zach Hill percaya dengan pernyataan bos The Fed Jerome Powell.

"Kami percaya apa yang mereka katakan bahwa suku bunga tinggi akan berlangsung lama, kami melihat beberapa penurunan harga pada tahun 2023. Kami memprediksi banyak hal yang harus dilakukan di depan dan kemungkinan akan terus memicu volatilitas bursa saham," kaat Zach.

Sementara sektor energi adalah salah satu sektor yang bersinar minggu ini di pasar. Sektor energi S&P 500 naik 5% sepanjang minggu ini. Sektor energi turun pada Jumat di tengah aksi jual pasar. Kenaikan harga minyak membantu kenaikan saham-saham energi. Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,7% minggu ini.

Saham APA Corp, naik 10,9% sejak Senin.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

EKONOMI
Wall Street Tertekan Aksi Jual Kripto, Indeks Utama Kompak Melemah

Wall Street Tertekan Aksi Jual Kripto, Indeks Utama Kompak Melemah

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Saham Teknologi dan Data Ekonomi

Wall Street Melemah Tertekan Saham Teknologi dan Data Ekonomi

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Valuasi AI tetapi Nasdaq Menguat

Wall Street Melemah Tertekan Valuasi AI tetapi Nasdaq Menguat

EKONOMI
Dibuka Menguat, IHSG Kembali ke Level 7.500

Dibuka Menguat, IHSG Kembali ke Level 7.500

EKONOMI
Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon