ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

Jumat, 12 Desember 2025 | 09:04 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada Kamis 11 Desember 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada Kamis 11 Desember 2025 waktu setempat. (AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Mayoritas indeks saham Wall Street berakhir menguat pada Kamis (11/12/2025), dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 kembali mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Mengutip CNBC, Jumat (12/12/2025), kenaikan ini terjadi di tengah rotasi investor dari saham teknologi berbasis artificial intelligence (AI) menuju sektor yang dinilai lebih diuntungkan oleh kuatnya ekonomi Amerika Serikat (AS).

Peralihan arus dana tersebut muncul setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan serta laporan pendapatan Oracle memicu sentimen negatif di sektor teknologi.

ADVERTISEMENT

Dow Jones melesat 646,26 poin atau 1,34% ke posisi 48.704,01 dan mencetak rekor penutupan sekaligus rekor intraday. Penguatan indeks ini didorong kenaikan harga saham Visa setelah Bank of America memberikan rekomendasi kenaikan peringkat. Sementara itu, S&P 500 naik 0,21% menjadi 6.901,00, juga mencatat rekor penutupan baru.

Berbeda dengan dua indeks utama tersebut, Nasdaq Composite justru melemah 0,25% ke level 23.593,86 akibat aksi jual di saham teknologi.

Penurunan paling tajam datang dari saham Oracle yang anjlok hampir 11%. Perusahaan komputasi awan itu melaporkan pendapatan kuartalan yang berada di bawah ekspektasi sekaligus menaikkan proyeksi belanja modal.

Investor menilai hasil ini memperkuat keraguan mengenai seberapa cepat perusahaan teknologi dapat memperoleh keuntungan dari investasi besar-besaran di bisnis AI.

Saham teknologi lain yang terkait AI ikut terseret. Nvidia dan Broadcom masing-masing turun lebih dari 1%. Sebaliknya, saham-saham siklikal seperti Home Depot justru bergerak naik.

“Pasar cukup cemas terhadap kinerja Oracle dan secara lebih luas terhadap saham-saham AI. Investasi triliunan dolar telah digelontorkan, tetapi hasil konkret belum terlihat. Oracle saat ini berperan sebagai indikator awal terkait risiko tersebut,” ujar Chief Strategist Interactive Brokers Steve Sosnick.

Tekanan pada saham teknologi sempat menahan euforia pasar, yang sebelumnya didorong keputusan The Fed menurunkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini. Suku bunga acuan kini berada di kisaran 3,5%-3,75% dan bank sentral memastikan tidak ada peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Suku bunga rendah juga menjadi katalis bagi saham-saham berkapitalisasi kecil, yang lebih sensitif terhadap perubahan biaya pinjaman.

Kondisi itu membuat indeks Russell 2000 mencetak rekor intraday dan penutupan terbaru, setelah sehari sebelumnya juga menorehkan rekor berkat optimisme pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.

Sosnick memperkirakan peluang terjadinya Santa Claus rally, reli pasar menjelang akhir tahun hampir pasti akan terjadi dan dapat membawa S&P 500 menembus level psikologis 7.000. Namun ia mengingatkan potensi tekanan pada 2026, dengan target akhir tahun untuk S&P 500 berada di kisaran 6.500.

Ia juga menilai sejumlah faktor dapat menjadi beban bagi pasar, termasuk tantangan investasi AI, pergantian Ketua The Fed, serta pemilu sela AS.

“Jika euforia AI mulai mereda, maka beban untuk menopang pasar harus diambil sektor lain. Setelah tiga tahun reli besar, sejumlah risiko tampaknya belum sepenuhnya dihargai,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon