Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak
Kamis, 14 Mei 2026 | 08:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) Wall Street, kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Reli pasar dipicu penguatan saham teknologi dan meningkatnya optimisme investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mengutip CNBC International, Kamis (14/5/2026), penguatan bursa saham AS terjadi di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat dampak perang Iran yang memicu kenaikan harga energi global.
Indeks S&P 500 naik 0,58% ke posisi 7.444,25 dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Nasdaq yang didominasi saham teknologi melonjak 1,2% menjadi 26.402,34 sekaligus mencatat level tertinggi sepanjang sejarah. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 67,36 poin atau 0,14% ke level 49.693,20.
Sektor teknologi menjadi penopang utama pasar saat sejumlah sektor lain seperti ritel dan perbankan mengalami tekanan akibat kekhawatiran inflasi dan lonjakan harga minyak.
Saham Nvidia naik lebih dari 2%, sementara Micron Technology melesat di atas 4%. Kinerja positif juga terjadi pada ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) yang menguat sekitar 2%.
Meski indeks utama Wall Street menguat, data FactSet menunjukkan sekitar dua pertiga saham anggota S&P 500 justru ditutup di zona merah. Saham ritel, seperti Home Depot dan sektor perbankan termasuk JPMorgan Chase mengalami pelemahan.
Strategist investasi Baird Ross Mayfield mengatakan, investor menilai sektor cip dan AI masih memiliki prospek pertumbuhan kuat sehingga tetap menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Saham teknologi kini dipandang sebagai aset defensif baru ketika pasar menghadapi gejolak geopolitik dan kenaikan harga energi," ucap dia.
Sentimen positif juga muncul setelah CEO Nvidia Jensen Huang mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam lawatannya ke China untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.
Pertemuan tersebut memicu spekulasi bahwa Nvidia berpeluang memperluas kembali penjualan cip AI ke pasar China di tengah tensi dagang kedua negara.
Namun, Mayfield mengingatkan reli saham cip masih berisiko tertekan apabila kondisi ekonomi global memburuk dan konflik Iran berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Dari sisi ekonomi, data inflasi produsen AS atau producer price index (PPI) naik 1,4% pada April, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,5%. Angka tersebut menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022.
Secara tahunan, inflasi grosir AS tercatat meningkat 6%, tertinggi sejak Desember 2022 dan berada di atas proyeksi analis sebesar 4,9%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




