ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sentimen Perang Iran Tekan Kinerja Wall Street

Jumat, 24 April 2026 | 08:11 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi Wall Street.
Ilustrasi Wall Street. (AP/AP)

New York, Beritasatu.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah dalam perdagangan yang berfluktuasi pada Jumat (24/4/2026), seiring memudarnya harapan berakhirnya konflik Iran dalam waktu dekat serta beragam laporan kinerja emiten yang dinilai belum solid.

Tekanan di pasar saham muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk langkah Iran memperketat kontrol atas Selat Hormuz. Pemerintah Iran juga merilis rekaman operasi pasukan komando yang diklaim berhasil menguasai sebuah kapal kargo besar, sekaligus mendesak AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Dow Jones Industrial Average turun 179,71 poin atau 0,36% ke level 49.310,32. S&P 500 melemah 29,50 poin atau 0,41% ke posisi 7.108,40, sementara Nasdaq Composite turun 219,06 poin atau 0,89% menjadi 24.438,50.

Sentimen negatif semakin kuat setelah laporan mundurnya Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dari tim negosiasi. Pada sisi lain, harga minyak melonjak menyusul kabar serangan udara di wilayah Iran, yang turut memperbesar kekhawatiran pasar.

ADVERTISEMENT

Media Iran, Fars, melaporkan sistem pertahanan udara diaktifkan akibat adanya drone kecil di sejumlah lokasi.

Chief Executive Officer (CEO) Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield menilai pasar saat ini berada di antara tekanan musim laporan keuangan dan eskalasi konflik geopolitik.

“Kami melihat pasar seperti permainan kursi musik antara musim laporan keuangan dan berita perang yang cenderung tidak memberikan sentimen positif. Setelah reli besar sebelumnya, investor mulai mengurangi eksposur dan konflik ini menjadi alasan yang cukup,” ujar Jay Hatfield.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasar sempat menguat didorong ekspektasi penyelesaian konflik Iran dan kinerja perusahaan yang solid. Namun, sejak awal pekan ini penguatan mulai tertahan. Nasdaq bahkan mengakhiri tren kenaikan 13 hari berturut-turut pada Senin (20/4/2026).

Di Bursa Efek New York (NYSE), saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik dengan rasio 1,38 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasio saham turun mencapai 2,03 banding 1.

S&P 500 mencatat 41 saham yang menyentuh level tertinggi baru dalam 52 minggu dan delapan saham di level terendah. Adapun Nasdaq mencatat 124 saham di level tertinggi baru dan 103 saham di level terendah.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat mencapai 17,41 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 18,33 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

EKONOMI
Wall Street Melesat, Dow Jones Cetak Rekor Baru setelah Damai AS-Iran

Wall Street Melesat, Dow Jones Cetak Rekor Baru setelah Damai AS-Iran

EKONOMI
Wall Street Menguat Berkat IPO SpaceX

Wall Street Menguat Berkat IPO SpaceX

EKONOMI
SpaceX Milik Elon Musk Melantai dengan Harga Rp 2,16 Juta Per Saham

SpaceX Milik Elon Musk Melantai dengan Harga Rp 2,16 Juta Per Saham

EKONOMI
Wall Street Naik Imbas Trump Batalkan Serangan ke Iran dan Klaim Damai

Wall Street Naik Imbas Trump Batalkan Serangan ke Iran dan Klaim Damai

EKONOMI
Wall Street Ditutup Menguat Tipis Berkat Saham AI

Wall Street Ditutup Menguat Tipis Berkat Saham AI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon