Fintech Syariah ALAMI Bidik Pembiayaan Naik 4 Kali Lipat
Rabu, 7 September 2022 | 13:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penyelenggara financial tchnology (fintech) p2p lending berbasis syairah, PT ALAMI menargetkan penyaluran pembiayaan tahun 2022 tumbuh 3-4 kali lipat. Adapun baru-baru ini, perusahaan meluncurkan Laporan Dampak (Impact Report), menjadi fintech syariah pertama yang melakukan hal tersebut.
"Insyaallah (tumbuh 3-4 kali lipat). Nilainya masih difinalisasi, itupun masih kira-kira," ungkap CEO ALAMI Group Dima Djani saat dihubungi Investor Daily, Selasa (6/9/2022).
Baca Juga: Ini Hambatan yang Dihadapi Fintech Syariah
Sepanjang tahun 2021 ALAMI telah menyalurkan pembiayaan Rp 1,25 triliun. Sehingga target pertumbuhan sebesar 3-4 kali lipat diasumsikan antara Rp 3,75 triliun sampai Rp 5 triliun.
Mengacu data perseroan sampai Juni 2022, penyaluran pembiayaan telah mencapai Rp 1,88 triliun, dengan akumulasi penyaluran sejak berdiri sebesar Rp 3,44 triliun. Nilai tersebut disalurkan kepada sebanyak 655 entitas peminjam (borrower) dan kontribusi 7.708 pendana (lender) di tahun ini. Adapun tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) masih dijaga sempurna di level 100%.
Di samping itu, ALAMI meluncurkan Impact Report sebagai rekam jejak perjalanan serta komitmen perusahaan dalam memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Perseroan menjadi fintech pertama yang melakukan inisiasi tersebut.
Dima menjelaskan, Impact Report ALAMI yang dirilis pada kuartal III 2022 menjadi bukti bahwa ALAMI terdepan dalam inovasi dan memiliki pencapaian dengan penyaluran pembiayaan secara tepat sasaran sehingga memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun sosial kepada masyarakat. Diharapkan Impact Report ini dapat menginspirasi lembaga lain untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih luas.
"Kami bersyukur dapat bertumbuh secara positif dan sehat. Pada akhir 2021, sebanyak lebih dari 68.000 pendanaan terdaftar, akumulasi total pembiayaan produktif ALAMI mencapai Rp 1,5 triliun, meningkat 500% dari tahun sebelumnya dengan penyaluran kepada 7.500 proyek UMKM di seluruh Indonesia," kata dia.
Dima mengungkapkan, pencapaian ini tentu tidak lepas dari dukungan para pendana (funders) dan penerima pembiayaan (beneficiaries). Termasuk para pemangku kepentingan yaitu Bank Indonesia, OJK, KNEKS, asosiasi, dan berbagai komunitas muslim dan ulama.
Impact Report ALAMI 2021 merupakan hasil yang diperoleh dari penyaluran pembiayaan produktif yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun lalu. Setidaknya, 24.000 lapangan kerja yang terdiri dari 12.000 lapangan kerja formal dan 12.000 lapangan kerja informal berhasil tercipta dari penyaluran pembiayaan produktif di sektor ekonomi riil sepanjang 2021.
Industri perdagangan & distribusi, sumber daya manusia & kepegawaian, pelayanan kesehatan, dan pertanian (perikanan) adalah empat industri strategis yang paling memberikan dampak nyata terhadap penyerapan lapangan kerja baru. Sektor-sektor tersebut memberikan porsi mencapai 50% dari akumulasi pembiayaan.
Kemudian, ALAMI membukukan portofolio pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) sebesar Rp 223,8 miliar atau 14% dari total akumulasi pembiayaan hingga akhir Desember 2021. Pembiayaan berkelanjutan ini disalurkan untuk bisnis dengan inisiatif energi terbarukan, community empowerment, pertanian, dan perikanan. Di sektor perikanan sendiri, ALAMI telah melakukan penyaluran mencapai Rp 109 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




