BI: Pemulihan Ekonomi Jepang Bisa Untungkan Indonesia
Jumat, 22 Februari 2013 | 19:12 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai, pemulihan ekonomi Jepang yang dipicu pelemahan nilai tukar Yen dapat menguntungkan Indonesia secara tidak langsung.
Direktur Departemen Internasional BI Tirta Segara mengatakan, BI tidak concern pada pelemahan nilai tukar yen, melainkan pada pertumbuhan ekonominya. Sebab, jika ekonomi Jepang tumbuh membaik, diharapkan dapat membantu ekonomi Indonesia pula.
"Kita bisa ekspor komoditi ke Jepang. Secara tidak langsung, memang pelemahan yen itu menguntungkan kita, karena beberapa utang luar negeri kita dalam denominasi yen. Kalau yen melemah 'kan cost-nya lebih rendah," kata Tirta ketika ditemui di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Jumat (22/2).
Secara umum, kata Tirta, BI tidak sependapat dengan perang kurs yang sengaja melemahkan nilai mata uang, dalam rangka meningkatkan daya saing di pasar global.
Namun, dia tidak melihat pelemahan yen bakal membuat impor Indonesia dalam yen semakin tinggi. Sebab, Jepang mendirikan pabrik-pabriknya di Indonesia.
"Justru Jepang, sejak berseteru dengan China, merelokasi pabrik-pabriknya yang di China ke Indonesia. Bukan kita impor dari sana dan dibayar pakai yen karena lebih murah," ujar Tirta.
Di sisi lain, impor yang dilakukan Indonesia mayoritas berupa barang-barang modal dan investasi. Sehingga, ke depan, jika investasinya sudah berjalan, akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Bahkan, jika kondisi eksternalnya membaik, Indonesia dapat menggenjot ekspor.
Tirta mengatakan, porsi utang Indonesia dalam yen cukup signifikan. Nilai utang Indonesia saat ini mencapai US$ 251,2 miliar. Dari jumlah tersebut, terdapat US$ 37,4 miliar dalam bentuk yen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




