ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dow Jones Naik 760 Poin karena Imbal Hasil Obligasi Jatuh

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:46 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP/David Dee Delgado)

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street melonjak memulai Oktober dan kuartal terakhir 2022 pada perdagangan Senin (3/10/2022) karena imbal hasil obligasi jatuh dari level yang tidak terlihat sekitar 1 dekade.

Dow Jones Industrial Average mengakhiri petrdagangan naik 765,38 poin atau hampir 2,7% menjadi 29.490,89. S&P 500 naik sekitar 2,6% menjadi 3.678,43, setelah jatuh pada Jumat pekan lalu ke level terendah sejak November 2020. Nasdaq Composite naik hampir 2,3% menjadi 10.815,43.

Perdagangan Senin adalah hari terbaik sejak 24 Juni untuk Dow Jones. Sementara S&P 500 adalah hari terbaik sejak 27 Juli.

Pergerakan bursa AS terjadi ketika imbal hasil Treasury AS 10-tahun diperdagangkan di 3,65%, setelah sempat melampaui 4% pada minggu lalu. "Imbal hasil Treasury 10 tahun naik, dan bursa saham kemungkinan tetap di bawah tekanan," kata Raymond James analis Tavis McCourt. "Itu (imbals hasil obligasi) turun, ekuitas (saham) menguat."

ADVERTISEMENT

Bursa AS Wall Street akan keluar dari bulan sulit, Pada September, Dow Jones dan S&P 500 mencatat pelemahan bulanan terbesar sejak Maret 2020. Dow Jones pada Jumat lalu ditutup di bawah 29.000 untuk pertama kalinya sejak November 2020.

Dow Jones turun 8,8% pada bulan September, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing kehilangan 9,3% dan 10,5%.

Untuk kuartal tersebut, Dow turun 6,66% mencatat penurunan tiga kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya sejak kuartal ketiga 2015. Sementara S&P dan Nasdaq Composite masing-masing melemah 5,28% dan 4,11%, menyelesaikan kuartal negatif ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2009.

Menurut Kepala Strategi Investasi CFRA, Sam Stovall, kenaikan bursa AS Senin hal wajar mengingat pasar sudah jenuh jual (oversold).

"S&P turun lebih dari 9% pada bulan September karena ISM lebih lemah dari perkiraan, begitu juga untuk belanja konstruksi," katanya kepada CNBC.

Sembilan dari 11 sektor S&P menyelesaikan kuartal sebelumnya di wilayah negatif.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI
Sentimen Perang Iran Tekan Kinerja Wall Street

Sentimen Perang Iran Tekan Kinerja Wall Street

EKONOMI
Wall Street Ditutup Melemah Imbas Gagalnya Perundingan Damai

Wall Street Ditutup Melemah Imbas Gagalnya Perundingan Damai

EKONOMI
Wall Street Melemah, Reli Nasdaq Terhenti Akibat Konflik AS Iran

Wall Street Melemah, Reli Nasdaq Terhenti Akibat Konflik AS Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon