Kuartal III, Emisi Obligasi Naik 70% Tembus Rp 131 Triliun
Rabu, 26 Oktober 2022 | 12:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengumumkan emisi obligasi hingga September 2022 atau kuartal III mencapai Rp 131,94 triliun, meningkat 70,12% dibandingkan penerbitan obligasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 77,56 triliun.
"Jadi, memang cukup marak untuk penerbitan surat utang terutama terkait dari sisi penggunannnya yang sebagian besar untuk kegiatan modal kerja dan refinancing," jelas Kepala Divisi Pemeringkatan Nonjasa Keuangan I Pefindo Niken Indriarsih dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (25/10/2022).
Faktor lain yang memicu maraknya emisi obligasi pada 2022 disebabkan perekonomian kembali menggeliat meski masih diliputi kecemasan pandemi. Namun kondisi saat ini jauh lebih baik ketimbang kondisi perekonomian pada dua tahun terakhir.
Menurut Niken, meningkatnya harga komoditas juga turut mendorong korporasi merilis obligasi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Sedangkan dari sisi refinancing berhubungan dengan surat utang yang akan jatuh tempo.
Tahun 2023 Niken memperkirakan, penerbitan obligasi masih tetap semarak ditopang kondisi perekonomian nasional yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara lain di tengah tantangan perekonomian global.
"Kami harapkan kondisinya lebih baik atau paling tidak masih stabil dibandingkan 2022 karena tahun depan tantangannya adalah Pemilu 2024. Jadi dari sisi emitennya apakah misalnya mau akselerasi di kegiatan bisnis atau investasi di 2024 atau mengambil sikap wait and see, kita akan cermati lagi di 2023 nanti," tutur Niken.
Mengacu data Pefindo, surat utang yang diterbitkan sepanjang periode Juli hingga September 2022 tercatat Rp 59,2 triliun yang didominasi ketagori non-BUMN sekitar 64,5% atau setara Rp 38 triliun dan BUMN sekitar 36,5% atau sebanding Rp 21 triliun.
Sementara dilihat dari sisi jenis surat utang didominasi oleh penerbitan obligasi sebesar Rp 31,8 triliun untuk emiten non-BUMN dan emiten BUMN sebesar Rp 16 triliun. Demikian dengan penerbitan sukuk yang masih didominasi kategori emiten non BUMN sekitar Rp 6,15 triliun, lalu emiten BUMN sebesar Rp 3,7 triliun. Sedangkan penerbitan Medium Term Note (MTN) didominasi BUMN sebesar Rp 1,3 triliun dan non BUMN sekitar Rp 290 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




