Banyak yang Tertipu, Kenapa Masih Percaya Robot Trading?
Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kasus penipuan robot trading di Indonesia masih marak. Yang terbaru melibatkan PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI) atau Net89. Para petinggi SMI saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan sejumlah publik figur juga diduga ikut terlibat dalam aksi penipuan dan penggelapan robot trading Net89.
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing menyampaikan, banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan robot trading lantaran mereka tergiur dengan janji imbal hasil yang tetap dan tinggi. Robot trading sendiri adalah software komputer yang bekerja secara otomatis untuk memonitor pasar, kalkulasi peluang entry, menempatkan transaksi serta melakukan manajemen risiko berdasarkan algoritma yang telah ditanamkan pada baris-baris programnya.
"Mereka kurang memahami bahwa investasi di perdagangan berjangka komoditi itu tidak selalu memberikan keuntungan. Artinya bisa saja mereka merugi. Tetapi karena dijanjikan selalu untung dan untungnya tinggi, karena ingin cepat kaya, akhirnya tergiur," kata Tongam kepada Beritasatu.com, Kamis (27/10/2022).
Di sisi lain, banyak pelaku kejahatan yang memanfaatkan tokoh atau publik figur untuk mempromosikan robot trading agar membuat masyarakat tertarik. Namun Tongam melihat sebagian tokoh atau publik figur juga tidak menyadari kalau mereka sebenarnya tengah digunakan sebagai alat untuk melakukan penipuan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




