Gunung Berapi di Kolombia Siap Meletus, Warga Sekitar Menolak Dievakuasi
Sabtu, 8 April 2023 | 17:05 WIB
Murillo, Beritasatu.com - Gunung berapi Nevado del Ruiz di Andes Kolombia erupsi dengan mengeluarkan asap yang berpotensi meletus dan mengancam penduduk di sekitar pegunungan. Namun warga di kaki gunung berapi tersebut memilih menolak dievakuasi karena memikirkan tanaman dan hewan peliharaan mereka.
Luis Canon seorang warga setempat mengaku dia takut dengan ancaman letusan gunung tersebut. Namun dia mengatakan tidak melihat pilihan lain selain "pasrah diri" dengan nasibnya.
"Jika Anda meninggalkan barang-barang di sini, tanaman, hewan, ketika Anda kembali tidak ada apa-apa," kata pria berusia 50 tahun yang mengenakan topi dan ponco tradisional.
Ancaman letusan telah membayangi sejak akhir Maret ketika jumlah getaran harian di dalam gunung berapi melonjak dari 50 menjadi 12.000.
Pemerintah menaikkan tingkat siaga dari kuning menjadi oranye dan memerintahkan evakuasi 7.500 orang yang tinggal di kaki bukit dan lereng gunung berapi.
Tapi itu tidak meyakinkan banyak dari mereka yang tinggal di zona bahaya untuk pergi.
"Penduduk desa memiliki sapi, kuda, domba, kambing, dan unggas, dan itu menghalangi mereka untuk bergerak dan mengambil bagian dalam evakuasi pencegahan ... karena takut dicuri," kata penasihat presiden Luis Fernando Velasco. .
Jadi pemerintah mengatakan sedang mengadopsi "langkah-langkah luar biasa untuk memindahkan sekitar 80.000 hewan ... menjauh dari zona waspada".
Lebih dari 57.000 orang tinggal di daerah yang mungkin terkena dampak letusan baru.
Pihak berwenang khawatir letusan besar Nevado del Ruiz dapat menyebabkan kerusakan yang mengguncang daerah tersebut, seperti pada tahun 1985.
Ketika itu, dalam hitungan jam, letusan mengalirkan lahar dan mencairkan sebagian lapisan salju gunung berapi tersebut, kemudian menciptakan semburan lumpur, abu, dan bebatuan yang mengamuk yang mengalir menuruni lereng gunung dan mengubur kota Armero, menewaskan 25.000 orang. Itu adalah bencana alam terburuk dalam sejarah modern negara itu.
Seorang penduduk desa di kotamadya Herveo, yang populasinya sekitar 9.000 orang sekitar 30 km di timur laut gunung berapi, Londono mengkhawatirkan tragedi serupa lainnya.
"Ada ketakutan besar bahwa Nevado akan meletus," katanya.
Namun, seperti banyak orang lainnya, dia tidak mengindahkan seruan untuk mengevakuasi daerah pegunungan yang puncaknya menjulang lebih dari 5.000 m.
Dijuluki "singa tidur", gunung berapi itu tidak aktif selama beberapa dekade setelah letusan tahun 1985 itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




