Barter Sandera, Hamas Minta Tahanan Palestina di Penjara Israel Dibebaskan
Selasa, 17 Oktober 2023 | 10:28 WIB
Gaza, Beritasatu.com - Seorang pemimpin Hamas pada Senin (16/10/2023) menyerukan pembebasan warga Palestina dari penjara-penjara Israel, yang mengindikasikan kelompok militan ini mencoba menggunakan ratusan warga yang mereka sandera sebagai alat tawar-menawar tahanan.
Setelah pernyataan Khaled Meshaal itu, Hamas mengeluarkan pernyataan bahwa lebih dari 100 warga Israel dan non-Israel yang diculik dalam penyerangan mendadak 7 Oktober 2023 lalu, adalah tamu yang akan dibebaskan jika keadaan memungkinkan.
Militer Israel menyatakan, Hamas telah menculik dan menyandera 199 orang dari wilayahnya ke Gaza. Namun Hamas menyatakan, jumlah orang yang mereka culik antara 200 hingga 250 orang.
Hamas telah lama menuntut pembebasan sekitar 6.000 warga Palestina dari penjara Israel. Pernyataan Khaled Meshaal ini disiarkan AlAraby TV. Ia adalah mantan ketua Hamas yang kini bekerja di Doha.
Pada 2011, Israel menukar ratusan tahanan Palestina untuk membebaskan satu tentara Israel, Gilad Shalit, yang ditahan selama lima tahun. Pertukaran tahanan itu, dikritik sebagian warga Israel karena dianggap terlalu timpang.
Israel, yang telah membombardir Gaza mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan untuk membebaskan para sandera sekaligus melenyapkan Hamas.
Selain warga Israel, para sandera yang diculik Hamas adalah warga Thailand, dan Jerman. Negara lain yang melaporkan warganya hilang di Israel adalah Amerika.
Pada Senin malam, Hamas merilis sebuah video yang menunjukkan pernyataan salah satu tawanan, seorang wanita Prancis-Israel. Keluarganya telah memohon kepada presiden Prancis agar kerabat mereka dibebaskan.
Juru bicara Hamas Abu Obeida mengatakan dalam pesan video, pihaknya memiliki sekelompok tahanan dari berbagai negara. "Mereka adalah tamu kami dan kami berupaya melindungi mereka," ujarnya.
Dia menambahkan,"Kami akan membebaskan tahanan dari berbagai negara jika keadaan di lapangan memungkinkan."
Pejabat senior Hamas lainnya, Moussa Abu Marzouk mengatakan bahwa tahanan asing tidak dapat dibebaskan karena pengeboman Israel di Jalur Gaza berlanjut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




