Israel Buat Puluhan Ribu Warga Gaza Terpaksa Tinggal di Kuburan
Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:47 WIB
Gaza, Beritasatu.com- Puluhan ribu warga Palestina yang terlantar dan tidak memiliki rumah atau tempat berlindung untuk kembali setelah tempat tinggalnya dihancurkan oleh tentara Israel, kini harus mendirikan tenda pengungsian di area kuburan sebagai usaha terakhir bisa bertahan hidup.
Baca Juga: ICJ Putuskan Israel Wajib Fasilitasi Bantuan PBB untuk Gaza
Langkah ekstrem ini terpaksa dilakukan oleh ribuan warga Palestina karena bencana kemanusiaan yang terjadi masih parah meskipun ada kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas.
"Kuburan-kuburan ini bukan untuk mereka yang masih hidup. Namun kini, tempat ini menjadi rumah bagi puluhan keluarga di Palestina yang tidak punya tempat lain untuk dituju,” bunyi laporan reporter Al Jazeera, Hind Khoudary dari Kota Khan Yhounis, dikutip Kamis (23/10/2025).
Khoudary mengatakan warga Palestina berkemah di area pemakaman bukan karena ingin, tetapi karena itu area tersebut adalah ruang kosong terakhir yang tersedia setelah pasukan militer membombardir sejumlah lahan dan pemukiman di Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat setidaknya 1,9 juta orang atau sekitar 90% populasi penduduk di Jalur Gaza telah mengungsi selama perang antara Israel dan Hamas berlangsung. Banyak warga Palestina telah mengungsi berulang kali, beberapa di antaranya bahkan harus mengungsi hingga 10 kali atau lebih.
Saat ini, warga Palestina di Gaza selatan terpaksa berdesakan di tempat penampungan yang penuh sesak setelah Israel memaksa penduduk Gaza utara dan Kota Gaza untuk mengungsi karena pasukan militer meluncurkan serangan di wilayah tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




