ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Partai Pendukung Mantan PM Pakistan yang Dipenjara Menang Pemilu

Minggu, 11 Februari 2024 | 16:56 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Massa pendukung partai independen Jamaat-e-Islami yang dipimpin mantan perdana menteri Imran Khan melakukan protes terhadap penundaan hasil pemilu ke KPU Pakistan, di Karachi, Sabtu, 10 Februari 2024.
Massa pendukung partai independen Jamaat-e-Islami yang dipimpin mantan perdana menteri Imran Khan melakukan protes terhadap penundaan hasil pemilu ke KPU Pakistan, di Karachi, Sabtu, 10 Februari 2024. (AP/AP)

Islamabad, Beritasatu.com - Penghitungan suara Pemilu Pakistan berakhir pada Minggu (11/2/2024). Hasilnya partai independen, yang mendukung mantan Perdana Menteri Imran Khan yang dipenjara, meraih 101 dari 264 kursi.

Penghitungan akhir dirilis lebih dari 60 jam setelah pemungutan suara selesai pada Kamis lalu. Penundaan ini sempat menimbulkan pertanyaan masyarakat di Pakistan mengenai proses penghitungannya .

KPU Pakistan menyatakan, partai independen mengungguli partai mantan perdana menteri lainnya, Nawaz Sharif, yang hanya meraih 75 kursi.

ADVERTISEMENT

Sharif mengatakan, partainya sedang berbicara dengan kelompok lain untuk membentuk pemerintahan koalisi karena partainya gagal meraih mayoritas suara.

Partai PTI yang dipimpin Imran Khan mengancam akan mengadakan protes damai di seluruh negeri pada Minggu jika penghitungan suara tidak diumumkan dalam semalam, dan beberapa protes kecil terjadi pada Sabtu (10/2/2024) malam.

Pemerintahan sementara Pakistan mengatakan, penundaan pengumuman penghitungan suara itu disebabkan masalah komunikasi karena terputusnya internet seluler pada hari pemilu. Pemadaman listrik, yang menurut pihak berwenang dilakukan demi alasan keamanan, menimbulkan kekhawatiran dari kelompok hak asasi manusia dan pemerintah asing, termasuk Amerika Serikat.

Dalam sebuah postingan di platform media sosial X pada Minggu, seorang sekretaris partai PTI membatalkan protes umum, tetapi mengatakan harus ada demonstrasi di kantor pemilu tertentu karena mereka khawatir akan hasil yang dipalsukan.

Meskipun Khan dipenjara karena berbagai tuduhan mulai dari membocorkan rahasia negara hingga korupsi dan pernikahan yang melanggar hukum, jutaan pendukung mantan pemain kriket tersebut tetap memilih dia. Namun, dia tidak dapat menjadi bagian dari pemerintahan baru Pakistan selama masih di penjara.

Salah satu kelemahan yang dihadapi partai independen dalam upaya membentuk pemerintahan adalah mereka tidak berhak mendapatkan alokasi satu pun dari 70 kursi yang tersedia di parlemen, yang didistribusikan berdasarkan kekuatan partai dalam penghitungan akhir. Partai Sharif bisa mendapatkan hingga 20 kursi tersebut.

KPU Pakistan sebelumnya menyatakan bahwa hasil untuk dua kursi belum bisa dimasukkan, karena satu kandidatnya tewas terbunuh, dan memerlukan waktu untuk pergantiannya. Sedangkan satu kursi lagi, pemungutan suaranya baru bisa diselesaikan pada akhir bulan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

INTERNASIONAL
Dituduh AS, Pakistan Bantah Lindungi Pesawat Militer Iran

Dituduh AS, Pakistan Bantah Lindungi Pesawat Militer Iran

INTERNASIONAL
15 Polisi Tewas Akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan

15 Polisi Tewas Akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan

EKONOMI
Iran Kirim Respons ke Pakistan Soal Usulan AS Akhiri Perang

Iran Kirim Respons ke Pakistan Soal Usulan AS Akhiri Perang

INTERNASIONAL
Konflik AS-Iran Memanas, Pakistan Terus Mengupayakan Mediasi

Konflik AS-Iran Memanas, Pakistan Terus Mengupayakan Mediasi

INTERNASIONAL
Arab Saudi Sambut Jemaah Haji Pertama Tiba di Tanah Suci Musim 2026

Arab Saudi Sambut Jemaah Haji Pertama Tiba di Tanah Suci Musim 2026

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon