Polisi Tangkap 2 Penyerang Mahasiswa Asing yang Salat Tarawih di di Universitas Gujarat India
Senin, 18 Maret 2024 | 16:13 WIB
New Delhi, Beritasatu.com - Polisi di India menangkap dua orang yang diduga terlibat penyerangan terhadap beberapa mahasiswa internasional di asrama universitas saat sedang melaksanakan salat tarawih. Sebanyak tiga siswa dirawat di rumah sakit dan seorang di antaranya telah dipulangkan.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan pemerintah di negara bagian Gujarat telah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang melakukan penyerangan pada Sabtu (16/3/2024) malam.
Komisaris polisi Kota Ahmedabad GS Malik mengatakan kepada wartawan, peristiwa terjadi setelah puluhan orang memasuki asrama pada Sabtu malam dan meminta para mahasiswa yang sedang salat tarawih berhenti. Mereka meminta para mahasiswa muslim itu untuk melakukannya di masjid.
“Mereka berdebat mengenai masalah ini, dan kemudian sambil melemparkan batu. Mereka juga merusak kamar para mahasiswa,” katanya.
Menurut Malik, sebuah tim telah dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut.
Wartawan BBC Gujarati yang mengunjungi lokasi kejadian mengatakan, melihat batu dan kendaraan rusak di lokasi kejadian. Video yang beredar online menunjukkan massa mengeluarkan slogan-slogan keagamaan ketika mereka menyerang para pelajar, merusak kendaraan dan melempari batu.
Navid Siddique, seorang pelajar dari Afganistan yang terluka dalam serangan itu, mengatakan kepada surat kabar Times of India bahwa dia dan pelajar lainnya sedang melaksanakan tarawih, salat malam khusus yang dilakukan selama bulan Ramadan, ketika tiga orang memasuki asrama dan mulai menanyai mereka.
“Pertengkaran terjadi dan mereka kembali dengan massa yang lebih besar bersenjatakan batu, pipa besi dan menyerang kami. Mereka mengamuk di asrama, menyerang siswa di kamar mereka dan merusak properti dan kendaraan,” katanya kepada surat kabar tersebut.
Noman, mahasiswa Afganistan yang lain mengatakan kepada BBC, bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. “Ada banyak risiko di sini bagi pelajar dari negara lain,” ujarnya.
Polisi mengatakan sekitar 300 mahasiswa asing, banyak dari Afghanistan, Sri Lanka dan negara-negara Afrika, belajar di universitas tersebut. Laporan mengatakan para siswa yang terluka berada di India dengan beasiswa dari Dewan Hubungan Kebudayaan India yang didukung pemerintah federal.
Dr Neerja A Gupta, wakil rektor universitas, mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan bahwa telah terjadi ketegangan antara mahasiswa asing dan para penyerang selama beberapa waktu. “Sesuai informasi yang saya miliki, ini bukanlah isu utama,” katanya kepada wartawan.
Dr Gupta mengatakan para mahasiswa asing akan dipindahkan ke asrama baru dengan keamanan dan fasilitas yang lebih baik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




