Banyak Rudal Korut yang Ditembakkan Rusia ke Ukraina Gagal Capai Sasaran
Kamis, 9 Mei 2024 | 16:43 WIB
Kyiv, Beritasatu.com – Pejabat hukum Ukraina mengeklaim banyak rudal milik Korea Utara (Korut) yang ditembakkan Rusia ke Ukraina gagal mencapai sasaran. Disebutkan, lebih dari setengah rudal Korut tersebut terbang keluar jalur dan meledak di udara.
Puing rudal tersebut kini dalam penyelidikan jaksa di Ukraina.
Tingginya tingkat kegagalan yang dilaporkan telah menimbulkan pertanyaan tentang kualitas amunisi yang disediakan Korea Utara yang muncul di tengah kekhawatiran mengenai bagaimana kesepakatan senjata antara kedua negara dapat memengaruhi perang di Ukraina. Apalagi diketahui Korea Utara tengah berupaya untuk meningkatkan kemampuan militernya.
Menurut jaksa penuntut utama Ukraina Andriy Kostin, pihaknya telah memeriksa sebanyak 21 puing dari 50 rudal Korea Utara yang ditembakkan ke Ukraina oleh Rusia antara Desember dan Februari. Sekitar setengah dari rudal tersebut kehilangan jalur lintasan yang telah diprogram dan meledak di udara.
Pada Maret lalu, Kepala Departemen Kejahatan Perang di Kantor Kejaksaan Ukraina Yuriy Belousov mengatakan, rudal balistik Korea Utara memiliki kualitas yang sangat rendah, dengan tingkat akurasi hanya sekitar 20 persen.
Selain rudal, roket Korea Utara juga dipertanyakan. Musim panas lalu, Ukraina mendapatkan roket-roket Korea Utara yang menurut pasukan mereka sangat tidak dapat diandalkan, dan menyatakan bahwa tidak aneh jika terjadi insiden salah tembak atau meledak.
Masalah yang dilaporkan menambah kecurigaan mengenai kelemahan persediaan Korea Utara, karena sanksi dan kemampuan produksi berdampak pada kualitas rudal dan amunisi lainnya. Namun, informasi intelijen di medan perang yang mungkin diterima Pyongyang mengenai kinerja dan kemampuan sistem persenjataannya bisa sangat berharga.
Ketika pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada September 2023 untuk pertemuan puncak mengenai potensi kesepakatan senjata, para pejabat dan pakar internasional menyatakan kekhawatiran bahwa kemitraan semacam itu dapat saling menguntungkan.
Kekhawatirannya adalah bahwa Putin akan mendapatkan lebih banyak amunisi untuk perangnya di Ukraina, dan Korea Utara akan melakukan uji lapangan terhadap senjatanya untuk meningkatkan kualitas amunisi negara tersebut.
Pada November 2023, anggota parlemen Korea Selatan memperkirakan satu juta peluru Korea Utara telah dikirim ke Rusia, mengalahkan bantuan kolektif Uni Eropa ke Ukraina sejak pasukan Moskwa menginvasi. Selain peluru, Korea Utara juga mengirimkan roket dan rudal balistik ke Rusia, membantu negara tersebut.
Salah satu rudal Korea Utara yang dikirim ke Rusia adalah KN-23, yang dikenal di Korea Utara sebagai rudal jarak pendek Hwasong 11. Hwasong 11 menyerupai rudal Iskander-M Rusia dan memiliki jangkauan sekitar 430 mil.
Pejabat dan pakar Ukraina telah mengidentifikasi pecahan Hwasong 11 setelah beberapa serangan, termasuk satu serangan pada awal Januari dan satu serangan pada awal Februari di Kharkiv.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




