3 Kota di Asia Tenggara Masuk 5 Besar Kota Paling Tercemar di Dunia
Sabtu, 25 Januari 2025 | 11:18 WIB
Hanoi, Beritasatu.com – Sebanyak tiga kota di Asia Tenggara kini masuk daftar lima besar kota paling tercemar di dunia pada Jumat (24/1/2025), menurut laporan organisasi pemantau kualitas udara, IQAir. Kota Ho Chi Minh di Vietnam, berada di peringkat kedua, diikuti Phnom Penh (Kamboja) dan Bangkok (Thailand) masing-masing di peringkat keempat dan kelima.
Di Kota Bangkok, kabut asap tebal menyelimuti cakrawala, menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi pekerja luar ruangan. Supot Sitthisiri, seorang pengemudi ojek berusia 55 tahun, mengeluhkan kondisi kesehatannya akibat polusi.
"Hidung saya selalu tersumbat. Saya harus membuang ingus terus-menerus," katanya.
Polusi udara di wilayah ini disebabkan oleh kombinasi pembakaran tanaman, aktivitas industri, dan lalu lintas yang padat. Dampaknya, pemerintah Thailand mengambil langkah sementara seperti memberikan transportasi umum gratis selama seminggu, menutup 300 sekolah di Bangkok, serta mengimbau perusahaan untuk memberlakukan kerja dari rumah.
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra juga menyerukan penggunaan penutup debu di lokasi konstruksi. Namun, langkah ini dinilai kurang memadai oleh sebagian warga.
"Mereka seharusnya mengambil tindakan lebih banyak, bukan hanya mengumumkan tingkat debu yang tinggi dan menutup sekolah," ujar Khwannapat Intarit, seorang warga berusia 23 tahun. "Itu terus terjadi lagi, dan semakin memburuk setiap kali."
Di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, tingkat partikel halus yang dapat dihirup tercatat 11 kali lebih tinggi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi serupa juga dialami Hanoi beberapa minggu sebelumnya, saat kota tersebut menjadi kota paling tercemar di dunia.
Pemerintah Vietnam telah mengeluarkan peringatan kesehatan dan mengimbau penggunaan masker serta pelindung mata bagi warganya.
Untuk menanggulangi polusi udara, pemerintah di kawasan Asia Tenggara tengah mendorong solusi jangka panjang, termasuk penerapan pajak karbon dan promosi penggunaan kendaraan listrik. Meski upaya ini membutuhkan waktu, langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak polusi udara secara signifikan.
Kota-kota di Asia Tenggara kini menghadapi tantangan besar dalam mengatasi krisis polusi udara. Dengan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan kualitas udara di kawasan ini dapat terus membaik demi masa depan yang lebih sehat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




