Pentagon Blokir Akses AI DeepSeek setelah Komputer Karyawannya Terhubung ke Server China
Senin, 3 Februari 2025 | 08:43 WIB
Washington, Beritasatu.com – Pentagon berupaya memblokir akses terhadap kecerdasan buatan (AI) China DeepSeek. Langkah itu dilakukan setelah sejumlah komputer karyawan Pentagon terhubung ke server di China.
Kebijakan privasi DeepSeek secara eksplisit menyatakan bahwa data pengguna disimpan di server China dan diatur berdasarkan hukum negara itu, yang mewajibkan kerja sama dengan badan intelijen negara tersebut.
Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran, terutama setelah diketahui bahwa beberapa karyawan Departemen Pertahanan AS terjebak dalam sensasi AI China DeepSeek minggu ini. Mereka menghubungkan komputer kerja mereka ke server China dan menggunakan layanan tersebut setidaknya selama dua hari, demikian dilaporkan oleh Bloomberg.
Sebagai respons terhadap potensi risiko keamanan, Pentagon mulai memblokir akses ke DeepSeek di beberapa jaringannya. Meskipun demikian, beberapa karyawan masih dapat mengakses layanan ini, menurut laporan Bloomberg. Sementara itu, pemerintah AS tengah bergulat dengan implikasi keamanan nasional akibat meningkatnya minat terhadap chatbot AI buatan Cina, yang kini meraih peringkat teratas di toko Apple dan Play.
BACA JUGA
Ratusan Perusahaan Global Ramai-ramai Blokir AI China DeepSeek karena khawatir Kebocoran Data
Selain itu, pada tanggal 24 Januari, Angkatan Laut AS mengambil langkah preventif dengan melarang karyawan mengakses AI China DeepSeek karena masalah keamanan dan etika, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




