ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kronologi Pesawat Delta Airlines Terguling di Toronto

Selasa, 18 Februari 2025 | 11:47 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Sebuah pesawat Delta Airlines yang terbang dari Minneapolis ke Toronto jatuh di Bandara Pearson, Toronto, Senin, 17 Februari 2025.
Sebuah pesawat Delta Airlines yang terbang dari Minneapolis ke Toronto jatuh di Bandara Pearson, Toronto, Senin, 17 Februari 2025. (The Canadian Press via AP/Teresa Barbieri)

Toronto, Beritasatu.com – Pesawat Delta Airlines terguling saat mendarat di Bandara Pearson, Toronto, pada Senin (17/2/2025). Seluruh penumpang yang berjumlah 80 orang berhasil selamat. Sebagian hanya mengalami luka ringan.

Dilansir dari AP, kejadian ini berlangsung saat pesawat dari Minneapolis yang membawa 76 penumpang dan empat awak ini mencoba mendarat sekitar pukul 14.15 waktu setempat. Cuaca buruk dengan hembusan angin mencapai 65 km/jam serta salju yang tertiup angin diduga menjadi faktor penyebab insiden tersebut.

Komunikasi antara menara kontrol dan pilot sebelumnya berjalan normal. Penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam penyelidikan.

ADVERTISEMENT

Video yang beredar di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api di bagian pesawat, sementara para penumpang terlihat keluar dan berjalan di landasan.

“Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan sebagian besar cedera yang dialami bersifat ringan,” ujar CEO Greater Toronto Airports Authority Deborah Flint.

Kepala Pemadam Kebakaran Bandara Pearson Todd Aitken melaporkan, 18 penumpang dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Layanan ambulans udara Ornge sebelumnya juga mengangkut satu pasien anak ke Rumah Sakit SickKids, Toronto, serta dua orang dewasa ke rumah sakit lain di kota tersebut.

Aitken menjelaskan, tim darurat tiba di lokasi dalam hitungan menit dan menanggapi kejadian ini sesuai prosedur. Ia juga menekankan, landasan pacu dalam kondisi kering dan tidak ada indikasi angin lintas yang ekstrem.

Menurut rekaman audio dari menara kontrol, pesawat Delta Airlines diberi izin mendarat sekitar pukul 14.10, dengan peringatan adanya kemungkinan gangguan aliran udara yang bisa menyebabkan turbulensi saat pendekatan. Pakar penerbangan John Cox dari Safety Operating Systems mengungkapkan, kondisi angin seperti itu masih dalam batas wajar dan seharusnya bisa diatasi oleh pesawat dan pilot berpengalaman.

Namun, yang menjadi perhatian utama dalam penyelidikan adalah mengapa sayap kanan pesawat tampak hilang setelah kecelakaan. Cox menjelaskan, apabila satu sayap hilang, maka pesawat cenderung akan terguling.

Pesawat Delta Airlines CRJ-900 yang terguling adalah jenis jet regional yang dikembangkan oleh Bombardier, perusahaan dirgantara asal Kanada. Pesawat ini merupakan bagian dari armada Endeavor Air, anak perusahaan Delta yang mengoperasikan 130 jet regional dengan 700 penerbangan harian ke lebih dari 126 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Karibia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon