Protes Pemangkasan Anggaran, Menteri Inggris Mundur dari Jabatan
Sabtu, 1 Maret 2025 | 15:06 WIB
London, Beritasatucom – Seorang menteri di Inggris mundur dari jabatannya sebagai bentuk protes atas pemangkasan anggaran kementeriannya. Diketahui, Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Anneliese Dodds resmi mengundurkan diri pada Jumat (28/2/2025), sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Perdana Menteri Keir Starmer yang memangkas anggaran bantuan luar negeri guna meningkatkan anggaran pertahanan.
Dalam pengumuman kebijakan terbaru, Perdana Menteri Starmer menyatakan bahwa pendanaan untuk pembangunan internasional akan dikurangi dari 0,5% menjadi 0,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) mulai tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mendukung peningkatan belanja militer.
Meski mengakui bahwa keputusan ini tidak mudah, Starmer menegaskan komitmen Inggris dalam memberikan bantuan kemanusiaan di Sudan, Ukraina, dan Jalur Gaza.
BACA JUGA
Isu Politik dan Hukum Terkini: Prabowo Tegaskan Kepala Daerah Abdi Rakyat hingga 3 Menteri Terbaik
Namun Dodds menilai pemotongan tersebut akan berdampak signifikan terhadap peran Inggris dalam program kemanusiaan global. Ia mengingatkan bahwa kebijakan ini dapat menyebabkan Inggris menarik diri dari program bantuan di Afrika, Karibia, dan Balkan, sementara Rusia terus memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut.
Selain itu, Dodds juga menyoroti risiko melemahnya pengaruh Inggris di berbagai organisasi multilateral, seperti G-7, G-20, dan Bank Dunia. Ia memperingatkan bahwa langkah ini dapat menempatkan Inggris dalam posisi terpinggirkan di panggung global, serupa dengan kebijakan mantan Presiden AS Donald Trump yang memangkas dana untuk USAID.
Dodds menyatakan bahwa dirinya sengaja menunda pengunduran diri hingga Perdana Menteri Starmer menyelesaikan pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump demi menjaga stabilitas kabinet di momen krusial.
Dalam surat tanggapan menteri mundur dari jabatan, Perdana Menteri Starmer menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja kerasnya, serta membuka kemungkinan Dodds untuk kembali ke kabinet di masa depan. Namun, ia tetap membela keputusan pemotongan anggaran bantuan, dengan alasan bahwa keamanan nasional merupakan prioritas utama pemerintah.
"Keputusan untuk memangkas bantuan pembangunan resmi (ODA) bukanlah pilihan yang mudah dan saya tidak menganggapnya enteng," ujar Starmer dalam pernyataan resminya.
"Kami akan berupaya memulihkan anggaran pembangunan internasional di masa mendatang. Namun, perlindungan keamanan nasional tetap menjadi tanggung jawab utama setiap pemerintahan, dan saya akan selalu bertindak demi kepentingan rakyat Inggris."
Keputusan Starmer yang memicu menteri mundur dari jabatan ini menimbulkan perdebatan luas di Inggris, terutama di kalangan aktivis kemanusiaan dan anggota parlemen yang mendukung diplomasi berbasis bantuan luar negeri. Sementara itu, pengamat menilai bahwa langkah ini dapat membawa konsekuensi besar bagi citra dan peran global Inggris di masa mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




