ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Erdogan dan Putin Bahas Serangan Israel di Suriah lewat Telepon

Sabtu, 19 Juli 2025 | 13:30 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)

Ankara, Beritasatu.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar percakapan via telepon pada Jumat (18/7/2025) untuk membahas meningkatnya kekerasan di Suriah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Panggilan antara kedua pemimpin ini dilakukan di tengah eskalasi konflik di Provinsi Sweida, Suriah selatan, yang dalam sepekan terakhir berubah menjadi medan bentrokan sengit antar komunitas lokal dan kekuatan pemerintah sementara.

Tegaskan Penolakan Pelanggaran Kedaulatan Suriah

Menurut pernyataan resmi dari Kantor Kepresidenan Turki, Erdogan menyoroti pentingnya agar Israel menghormati kedaulatan Suriah. Ia menekankan komitmen Turki dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan serta mendukung pemulihan Suriah secepat mungkin.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Kremlin menyatakan bahwa percakapan Erdogan dan Putin mencakup pertukaran pandangan secara mendalam mengenai situasi di Timur Tengah. Mereka menyampaikan keprihatinan serius atas lonjakan kekerasan yang terjadi baru-baru ini di Suriah.

“Kedua belah pihak menekankan pentingnya stabilisasi kondisi melalui dialog dan penguatan kesepakatan nasional yang menghormati hak semua kelompok masyarakat Suriah dari berbagai latar kepercayaan,” bunyi pernyataan Kremlin.

Sweida Bergejolak, Israel Luncurkan Serangan Udara

Provinsi Sweida dalam beberapa hari terakhir menjadi pusat konflik bersenjata yang melibatkan suku Druze dan suku Badui. Perselisihan lokal yang bermula dari ketegangan komunitas berubah menjadi pertempuran kota yang mengundang keterlibatan pasukan pemerintah sementara Suriah.

Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights), hingga Kamis (17/7/2025), setidaknya 600 orang tewas, terdiri atas ratusan pejuang dan puluhan warga sipil.

Meningkatnya kekerasan tersebut memicu campur tangan militer dari Israel. Dengan alasan melindungi komunitas Druze, Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke beberapa titik militer Suriah, termasuk di Sweida dan Damaskus, ibu kota negara tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

China dan Pakistan Kecam Serangan Udara Israel ke Suriah

China dan Pakistan Kecam Serangan Udara Israel ke Suriah

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon