Peringatan 80 Tahun Jepang Menyerah, Kaisar Naruhito Ungkap Penyesalan
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 00:20 WIB
Tokyo, Beritasatu.com – Puluhan ribu orang menghadiri peringatan 80 tahun penyerahan Jepang pada Perang Dunia II, Jumat (15/8/2025), di tengah terik matahari di Tokyo. Acara ini diwarnai pidato Kaisar Naruhito yang menyampaikan “penyesalan mendalam” serta kunjungan pejabat ke Kuil Yasukuni yang kerap memicu kontroversi internasional.
Dua menteri Kabinet termasuk di antara para pengunjung Kuil Yasukuni, yang menghormati 2,5 juta tentara Jepang gugur sejak akhir abad ke-19, tetapi juga mengabadikan nama penjahat perang yang dihukum. Kunjungan tersebut kerap memicu kemarahan negara-negara yang pernah menjadi korban kekejaman militer Jepang, terutama China dan Korea Selatan.
Dalam pidatonya di Nippon Budokan, Tokyo, Kaisar Naruhito menyampaikan rasa duka dan harapannya agar kehancuran akibat perang tidak terulang.
“Pikiran saya bersama banyak orang yang kehilangan nyawa berharga mereka dalam perang terakhir dan keluarga yang ditinggalkan. Merenungkan masa lalu, saya berharap perang tidak akan pernah terulang,” ujar Naruhito yang didampingi Permaisuri Masako.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba juga berpidato, berjanji melestarikan kenangan pahit perang, mewariskannya kepada generasi mendatang, dan mengambil langkah menuju perdamaian abadi. Ishiba mengirim persembahan adat ke Yasukuni, namun tidak mengunjungi kuil secara langsung.
Kunjungan perdana menteri ke Yasukuni terakhir kali dilakukan pada 2013 oleh Shinzo Abe, yang memicu kecaman dari Beijing, Seoul, dan bahkan teguran dari sekutu dekat Jepang, Amerika Serikat. Menanggapi kunjungan pejabat pada peringatan tahun ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan pernyataan serius kepada Kedutaan Besar Jepang di Beijing.
Dengan suhu di atas 30 derajat celsius, banyak pengunjung menggunakan payung untuk berlindung dari terik. Setidaknya dua orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat panas.
Beberapa pengunjung datang untuk merenungkan sejarah bangsa. Takashi Eguchi (53), desainer grafis dari Tokyo, mengatakan Yasukuni menjadi tempat mudah diakses bagi masyarakat untuk mengingat sejarah.
“Kita hidup di masa ketika perang telah atau bisa terjadi di berbagai tempat. Saya datang untuk meninjau kembali apa yang dilakukan Jepang, termasuk kegagalannya,” ujarnya.
Pengunjung lain, Harada (39) dari Prefektur Nagano, mengenakan seragam tentara kekaisaran Jepang sebagai penghormatan.
“Saatnya akan tiba ketika para veteran perang tak lagi bersama kita. Saya ingin meneruskan warisan mereka,” katanya.
Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, yang digadang sebagai calon perdana menteri masa depan, juga berkunjung ke Yasukuni seperti setiap 15 Agustus. Ia diikuti Menteri Keuangan Katsunobu Kato. Politikus nasionalis Sanae Takaichi dan anggota partai Sanseito yang berhaluan “Jepang pertama” turut hadir.
Bulan depan, Kaisar Naruhito, Permaisuri Masako, dan Putri Aiko dijadwalkan mengunjungi Nagasaki untuk bertemu penyintas bom atom dan menghormati korban perang. Ini akan menjadi kunjungan pertama kaisar ke Nagasaki sejak naik takhta pada 2019.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




