Qatar Percepat Pakta Pertahanan dengan AS Pascaserangan Israel ke Doha
Rabu, 17 September 2025 | 11:51 WIB
Doha, Beritasatu.com - Qatar menyatakan akan mempercepat pembaruan perjanjian pertahanan strategis dengan Amerika Serikat setelah serangan udara Israel menghantam ibu kota Doha pekan lalu.
“Ya, serangan ini mempercepat perlunya untuk memperbarui perjanjian pertahanan strategis antara AS dan Qatar. Ini bukan hal baru, melainkan percepatan dari proses yang sudah berjalan,” ujar Majed al-Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Selasa (16/9/2025).
Qatar dan Amerika Serikat telah menjalin kerja sama militer sejak Juni 1992, ketika kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan yang memungkinkan kehadiran militer AS di kawasan Teluk.
Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar hingga kini menjadi salah satu fasilitas strategis terbesar bagi militer AS di Timur Tengah.
Serangan Israel yang menargetkan Doha dinilai semakin mempertegas kebutuhan Qatar untuk memperkuat jaminan keamanan dari sekutunya.
Pada hari yang sama, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang tiba di Doha setelah kunjungan ke Israel.
Dalam pernyataan resminya, Diwan Emir menyebut pertemuan itu meninjau hubungan strategis kedua negara dan membahas langkah-langkah memperkuat kerja sama, khususnya di bidang pertahanan.
Melalui akun X pribadinya, Rubio menegaskan kembali komitmen Washington terhadap keamanan Qatar.
“Kami menegaskan kembali kemitraan keamanan AS-Qatar yang langgeng dan komitmen bersama kami untuk kawasan yang lebih aman dan stabil," tulisnya.
Selain isu militer, AS juga mengapresiasi peran Qatar sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah. Rubio berterima kasih atas upaya Doha yang terus menengahi kesepakatan damai antara Israel dan Hamas serta membantu memulangkan para sandera.
Sebelum berangkat dari Israel, Rubio sempat menyatakan bahwa Washington dan Doha hampir menyelesaikan perjanjian pertahanan yang ditingkatkan.
Kunjungan ini berlangsung sehari setelah KTT Darurat Arab-Islam di Doha pada Senin (15/9/2025), yang secara tegas mengutuk serangan Israel dan menyatakan solidaritas penuh kepada Qatar.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Jalur Gaza telah menewaskan hampir 65.000 warga Palestina. Qatar, bersama Mesir dan AS, berperan penting dalam upaya diplomasi untuk menghentikan konflik yang terus memanas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




