ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

China Tegaskan Pengerahan 100 Kapal di Asia Timur Sah

Sabtu, 6 Desember 2025 | 10:06 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China menegaskan pengerahan kapal-kapal militernya di perairan Asia Timur merupakan tindakan yang sah dan sesuai kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kemenlu China, Lin Jian, pada Jumat, 5 Desember 2025, menanggapi laporan meningkatnya aktivitas militer Beijing di kawasan.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China menegaskan pengerahan kapal-kapal militernya di perairan Asia Timur merupakan tindakan yang sah dan sesuai kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kemenlu China, Lin Jian, pada Jumat, 5 Desember 2025, menanggapi laporan meningkatnya aktivitas militer Beijing di kawasan. (AP/AP)

Beijing, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China menegaskan pengerahan kapal-kapal militernya di perairan Asia Timur merupakan tindakan yang sah dan sesuai kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif. 

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kemenlu China, Lin Jian, pada Jumat (5/12/2025), menanggapi laporan meningkatnya aktivitas militer Beijing di kawasan.

China dilaporkan mengerahkan lebih dari 100 kapal angkatan laut dan penjaga pantai di wilayah yang membentang dari bagian selatan Laut Kuning hingga Laut China Selatan yang masih disengketakan. Langkah tersebut terjadi di tengah memanasnya hubungan Beijing dengan Tokyo.

ADVERTISEMENT

“Pihak-pihak terkait tidak perlu bereaksi berlebihan atau membuat tuduhan tak berdasar,” tegas Lin, merespons kekhawatiran sejumlah negara di Asia Timur.

Lin juga menyinggung hasil pertemuan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Moskow pada 2 Desember 2025.

China dan Rusia, kata dia, sepakat memperkuat kerja sama untuk mencegah tindakan provokatif dari kelompok sayap kanan Jepang yang dinilai mengancam stabilitas kawasan serta mendorong kebangkitan militerisme. “China dan Rusia dengan tegas menolak upaya kebangkitan kembali fasisme dan militerisme Jepang,” ujar Lin.

Selain itu, kedua negara menegaskan komitmen sebagai kekuatan besar dan anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menjaga perdamaian global serta mempertahankan kebenaran sejarah.

Peningkatan pengerahan kapal militer China disebut terjadi setelah Beijing memanggil Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi pada 14 November 2025. Pemanggilan itu dilakukan untuk memprotes pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menyebut Jepang dapat merespons secara militer jika Taiwan diserang.

China juga dikabarkan geram dengan rencana Taiwan menambah anggaran pertahanannya sebesar US$ 40 miliar (sekitar Rp 667 triliun). Bersamaan dengan itu, beberapa kapal perang China dilaporkan melakukan simulasi serangan terhadap kapal asing sebagai persiapan jika konflik benar-benar pecah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

INTERNASIONAL
Trump Tak Butuh Bantuan China untuk Akhiri Perang dengan Iran

Trump Tak Butuh Bantuan China untuk Akhiri Perang dengan Iran

INTERNASIONAL
Terkuak! Sindikat Judol di Hayam Wuruk Mayoritas WN Vietnam dan China

Terkuak! Sindikat Judol di Hayam Wuruk Mayoritas WN Vietnam dan China

JAKARTA
Hilangkan Kemiskinan Ekstrem, Kementrans Kirim 36 Peserta ke China

Hilangkan Kemiskinan Ekstrem, Kementrans Kirim 36 Peserta ke China

NASIONAL
Resmi! QRIS Kini Bisa Dipakai di China Melalui Alipay dan UnionPay

Resmi! QRIS Kini Bisa Dipakai di China Melalui Alipay dan UnionPay

MULTIMEDIA
China Pertahankan Gelar Juara Piala Thomas, Korea Kuasai Piala Uber

China Pertahankan Gelar Juara Piala Thomas, Korea Kuasai Piala Uber

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon