Ribuan Ikan Lele Bikin Gempar Singapura, Ada Fenomena Apa?
Senin, 15 Desember 2025 | 20:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Singapura digemparkan oleh kemunculan ribuan ikan lele yang memenuhi sebuah kanal di Canberra Street, kawasan Yishun-Sembawang, pada pertengahan pekan lalu. Pemandangan tak biasa itu langsung menarik perhatian warga yang melintas karena terlihat seperti gumpalan hitam besar bergerak perlahan di dasar kanal.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi (10/12/2025) saat permukaan air kanal sedang surut. Dari kejauhan, massa hitam itu tampak seperti bayangan gelap yang bergerak dari arah laut menuju daratan. Namun setelah diperhatikan lebih dekat, gumpalan tersebut ternyata adalah kawanan ikan dalam jumlah sangat besar yang berenang rapat dan serempak mengikuti aliran air.
Fenomena ribuan ikan lele ini terekam kamera warga dan videonya menyebar luas di media sosial Singapura. Seorang warga setempat, Regine Tan (41), mengaku terkejut karena belum pernah melihat ikan sebanyak itu muncul bersamaan.
“Kami benar-benar takjub melihat ikan-ikan itu berenang rapi seperti satu barisan besar,” ujarnya dikutip Channel News Asia, Senin (15/12/2025).
Para ahli yang diwawancarai Channel NewsAsia (CNA) menyebut ikan-ikan tersebut kemungkinan besar adalah lele sagor (Hexanematichthys sagor), spesies ikan laut yang memang hidup di perairan Singapura dan wilayah Asia Tenggara. Ikan ini dikenal mampu bermigrasi antara air asin dan air tawar, sehingga sering terlihat masuk ke kanal-kanal yang terhubung langsung dengan laut.
Menurut Direktur Grup National Biodiversity Centre NParks, Dr Karenne Tun, lele sagor bersifat amfidromus dan masuk ke kanal untuk mencari makanan seperti udang dan kepiting. Selain itu, berenang secara berkelompok menjadi cara ikan-ikan tersebut melindungi diri dari predator. Warga sekitar juga menyebut kemunculan ikan biasanya terjadi saat air pasang mulai naik.
Meski tergolong spesies umum dengan status risiko rendah, para ahli mengingatkan warga untuk tidak menyentuh ikan tersebut. Lele sagor memiliki duri berbisa yang dapat menimbulkan rasa sakit hebat jika mengenai kulit. Fenomena alam ini pun menjadi pengingat bahwa keanekaragaman hayati masih hidup berdampingan dengan kawasan perkotaan di Singapura.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




