Penutupan Selat Hormuz Membuat Konflik Israel-AS dan Iran Meruncing
Jumat, 13 Maret 2026 | 20:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Langkah penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz membawa dimensi baru pada konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran. Meski serangan terbuka dari kedua belah pihak terus berlanjut, pemblokiran jalur vital pelayaran dunia ini dianggap sebagai pertarungan lain.
Staf Ahli Kantor Staf Presiden, Rijal Asnawi, menilai Iran membawa pertaruhan besar saat memutuskan memblokir Selat Hormuz. Mereka mencoba menekan Israel dan Amerika Serikat, dengan memutus kebutuhan sumber daya alam bagi sejumlah negara sekutu di kawasan Timur Tengah dan Asia.
Lonjakan harga minyak yang sempat menyentuh angka lebih dari US$ 100 per barel akibat penutupan jalur itu, dinilai dapat mendorong aksi lanjutan. Terutama dari beberapa negara, yang kepentingan dari segi pemenuhan maupun transaksi energinya terpengaruh langsung dari kebijakan Iran itu.
“Hal itu sudah dibalas oleh menteri pertahanan AS yang menyebut akan mengawal kapal-kapal tanker (sekutu AS) yang melewati selat ini pada akhir bulan ini. Tentu kita akan memasuki tahapan adu kekuatan besar kedua kubu yang bertentangan di selat ini nantinya,” ujar Rijal dalam wawancara ekslusif dalam program Berita Satu Utama BTV, Jumat (13/3/2026).
Rijal menilai pertikaian yang terjadi di Selat Hormuz nantinya berpotensi meninngkat dan dinilainya tidak akan sama seperti konflik antarnegara pada umumnya. Apalagi, terdapat keterlibatan negara asal pemilik kapal, pembeli komoditas, maupunn penguasa sumber daya alam yang terpengaruh.
Pemerintah Indonesia khususnya berdasar arahan Presiden Prabowo Subianto, telah menyerukan semua pihak untuk menurunkan tensi dan potensi konflik langsung di Selat Hormuz. Meski dalam beberapa hari terakhir, sudah ada sejumlah kapal pengangkut minyak bumi yang diserang oleh Iran.
“Posisi Indonesia secara tegas meminta semua pihak untuk menekan eskalasi konflik, dan menghormati hukum internasional termasuk jalur pelayaran dunia. Untuk itu, Presiden Prabowo telah menghubungi pemimpin beberapa negara di kawasan tersebut secara langsung,” ucap Rijal.
Ia memastikan upaya Indonesia untuk turut mendorong semua pihak menjaga ketertiban dunia. Dengan begitu, pemerintah ingin turut ambil bagian dalam upaya perdamaian dunia dan tidak hanya berperan sebagai penonton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




