Iran Tuduh AS Serang Infrastruktur Minyaknya dari Pelabuhan di UEA
Minggu, 15 Maret 2026 | 05:32 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Iran mengeklaim Amerika Serikat (AS) menggunakan pelabuhan, dermaga, dan tempat persembunyian di Uni Emirat Arab (UEA) untuk melancarkan serangan ke Pulau Kharg, terminal utama yang menangani ekspor minyak Iran.
Klaim tersebut muncul ketika Iran mendesak warga untuk mengevakuasi pelabuhan tersibuk di Timur Tengah serta dua pelabuhan lain di UEA pada Sabtu (14/3/2026) waktu setempat. Untuk pertama kalinya sejak perang dengan AS dan Israel memasuki minggu ketiga, Iran secara terbuka mengancam aset non-AS milik negara tetangga, dikutip dari AP, Minggu (15/3/2026).
Pemerintah Iran juga meminta warga meninggalkan wilayah yang diduga menjadi tempat berlindung pasukan AS. Beberapa jam setelah peringatan tersebut, tidak ada tanda-tanda serangan di Pelabuhan Jebel Ali di Dubai yang merupakan pelabuhan tersibuk di Timur Tengah maupun di Pelabuhan Khalifa di Abu Dhabi. Namun, puing-puing dari drone Iran yang berhasil dicegat dan jatuh di fasilitas minyak memicu kebakaran di pelabuhan ketiga, yakni di Fujairah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan AS menyerang Pulau Kharg dan Pulau Abu Musa dari dua lokasi di UEA, yakni Ras Al-Khaimah dan sebuah lokasi yang sangat dekat dengan Dubai. Ia menyebut situasi tersebut berbahaya dan menegaskan Iran akan berupaya berhati-hati agar tidak menyerang wilayah berpenduduk.
Menanggapi klaim Iran, Komando Pusat AS menyatakan tidak memiliki tanggapan. Sebelumnya, Iran dilaporkan telah menembakkan ratusan rudal dan drone ke negara-negara tetangga di Teluk Arab selama perang berlangsung. Iran menyatakan serangan tersebut menargetkan aset AS, meskipun ada laporan mengenai sasaran atau upaya serangan terhadap fasilitas umum seperti bandara dan ladang minyak.
Sebelumnya, pada Jumat (13/3/2025), Presiden AS Donald Trump menyatakan AS telah menghancurkan situs-situs militer di Pulau Kharg. Ia juga memperingatkan infrastruktur minyak Iran dapat menjadi sasaran berikutnya jika Teheran terus mengganggu jalur pelayaran kapal di Selat Hormuz.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




