ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ironi! Radar Canggih Deteksi UAV AS Malah Dihancurkan Drone Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 06:22 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Asap mengepul dari gedung kedutaan besar AS di Baghdad, Irak, Sabtu, 14 Maret 2026.
Asap mengepul dari gedung kedutaan besar AS di Baghdad, Irak, Sabtu, 14 Maret 2026. (AP/AP)

Baghdad, Beritasatu.com – Serangkaian foto terbaru mengungkap kerusakan parah pada sistem radar canggih Giraffe 1X milik Amerika Serikat menyusul serangan terhadap kompleks Kedutaan Besar AS di Irak. Fasilitas diplomatik yang terletak di Baghdad tersebut menjadi sasaran serangan udara pada Sabtu (14/3/2026) pagi waktu setempat.

Foto yang dirilis oleh Associated Press menunjukkan staf kedutaan tengah mengevaluasi kerusakan di area landasan helikopter. Di lokasi tersebut, terlihat stasiun radar yang hangus serta kubah pelindung yang hancur total.

Akun analisis data sumber terbuka, Archer83Able, melalui media sosialnya mengonfirmasi jenis perangkat yang hancur.

ADVERTISEMENT

"Sebuah drone menyerang dan menghancurkan radar pengawasan Giraffe 1X yang ditempatkan di halaman kedutaan besar AS di Baghdad," tulis akun tersebut.

Giraffe 1X merupakan radar active electronically scanned array (AESA) multifungsi yang dikembangkan oleh perusahaan Swedia, Saab. Radar ringan ini dirancang khusus untuk mendeteksi objek kecil yang terbang rendah dan lambat, seperti kendaraan udara tak berawak (UAV atau drone), dengan jangkauan deteksi mencapai 75–100 km.

Laporan awal menyebutkan adanya kepulan asap hitam yang membubung dari area halaman kedutaan. Sumber keamanan Irak kepada Al Jazeera menyatakan bahwa serangan ini berhasil melumpuhkan sebagian sistem pertahanan udara Washington di Baghdad.

Meskipun pejabat keamanan Irak menyebut sebuah rudal menghantam landasan helikopter, bukti visual lebih mengarah pada serangan drone bunuh diri yang presisi. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, dan pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Iran menginstruksikan jaringan proksinya untuk menargetkan pangkalan AS dan infrastruktur energi penting di wilayah Teluk.

Kedutaan Besar AS di Baghdad, yang merupakan salah satu fasilitas diplomatik terbesar di dunia, memang kerap menjadi target serangan milisi. Kerusakan radar seharga US$ 2,3 juta (sekitar Rp 36 miliar) ini merupakan pukulan bagi sistem pertahanan taktis AS di kawasan tersebut, mengingat Angkatan Darat AS baru saja memesan sistem ini dalam jumlah besar dari Saab pada awal tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon