ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dikritik Anggota Parlemen India, PM Modi Dinilai Tunduk kepada AS

Senin, 16 Maret 2026 | 23:27 WIB
MA
MA
Penulis: Medikantyo Junandika Adhikresna | Editor: MA
PM India Narendra Modi dalam kunjungannya ke Israel pada Rabu, 24 Februari 2026.
PM India Narendra Modi dalam kunjungannya ke Israel pada Rabu, 24 Februari 2026. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

New Delhi, Beritasatu.com – Seorang anggota parlemen India dari Samajwadi Party (SP), Anand Bhadauria, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Kritik itu muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Kritik ini disampaikan dalam sebuah sesi parlemen yang videonya kemudian dibagikan oleh kantor berita ANI dan beredar luas di media sosial pekan lalu.

Dalam rekaman video yang dibagikan oleh ANI, Bhadauria mengatakan bahwa kebijakan luar negeri pemerintah saat ini dinilai terlalu mengikuti arah Amerika Serikat, dan berbeda dengan sikap beberapa negara lain di kawasan tersebut.

“Saat ini bukan Iran yang tunduk pada Amerika Serikat, tetapi justru pemerintahan Anda,” ujar Bhadauria dalam sesi parlemen, seperti dikutip pada Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataannya, Bhadauria juga menyebut bahwa Iran, yang secara historis menjadi mitra penting India di kawasan Asia, tidak menyerah kepada tekanan Amerika Serikat. Ia kemudian memperdalam kritiknya terhadap arah kebijakan luar negeri New Delhi saat ini.

Kritik politik ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, yang mempengaruhi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada hubungan multilateral dengan negara‑negara besar dunia.

India, yang memiliki kepentingan besar dalam stabilitas regional serta pasokan energi dari Teluk, selama ini berupaya menjaga hubungan seimbang dengan semua pihak. Namun, keberpihakan pada Amerika Serikat pada beberapa waktu terakhir harus dibayar mahal.

Kebijakan luar negeri India yang berpihak kepada AS, diduga berdampak pada kebutuhan energi negara itu. Pasalnya, sejumlah kapal pemasok minyak bumi bagi India masih terjebak di Selat Hormuz akibat blokir dari Iran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon