WHO: 19 Juta Penduduk Dunia Mengidap Kanker
Rabu, 3 Februari 2021 | 12:42 WIB
Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada Selasa (2/2) bahwa 19,3 juta orang didiagnosis dengan kanker pada tahun 2020. Pada tahun 2040, jumlah penderita kanker bahkan diperkirakan akan meningkat 47% di seluruh dunia.
Seperti dilaporkan Xinhua, jumlah itu diperkirakan akan "tumbuh secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang" dan sebagian besar pengidap kanker berada di negara berpenghasilan menengah.
Berbicara menjelang Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Andre Ilbawi, Petugas Teknis WHO, mengatakan bahwa jumlah penderita kanker diperkirakan akan meningkat 47% di seluruh dunia pada tahun 2040.
Ilbawi mengatakan kepada wartawan bahwa "kanker adalah penyebab kematian kedua secara global." Saat semakin banyak orang akan terserang kanker, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah akan menanggung beban itu lebih berat.
Ilbawi menjelaskan bahwa sudah 70% orang yang meninggal akibat kanker tinggal di negara-negara tersebut dan layanan pengobatan hanya tersedia "untuk kurang dari 30% negara berpenghasilan rendah. Sementara lebih dari 90% pasien di negara-negara berpenghasilan tinggi memiliki akses ke pengobatan kanker.
Selain itu, kata Ilbawi, diagnosis stadium akhir berulang di negara-negara miskin meskipun banyak kanker memiliki peluang penyembuhan yang tinggi jika didiagnosis lebih awal dan diobati dengan tepat.
Menurut Ilbawi, situasi ini selanjutnya dapat mempengaruhi kapasitas negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk mencegah kanker.
"Kurangnya akses ke diagnosis dan pengobatan yang berkualitas dan terjangkau merupakan hal yang umum, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Situasi itu telah diperburuk selama pandemi Covid-19," katanya.
Menurut survei WHO terbaru, pandemi global telah menciptakan kondisi yang lebih negatif untuk perawatan kanker, karena pengobatan kanker telah terganggu di lebih dari 40% negara yang disurvei.
Ilbawi menambahkan keadaan itu semakin diperumit oleh fakta bahwa orang yang hidup dengan kanker berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah terkait Covid-19 dan kematian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




