Waspada! Virus Hantavirus Menular lewat 2 Cara Ini
Kamis, 14 Mei 2026 | 07:30 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Kasus hantavirus menjadi sorotan setelah terjadi wabah di sebuah kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Wabah tersebut dipicu hantavirus strain Andes yang memiliki kemampuan penularan antarmanusia secara terbatas dan menyebabkan kekhawatiran di sejumlah negara terdampak.
Menanggapi hal itu, Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Riris Andono Ahmad menjelaskan, hantavirus strain Andes banyak ditemukan di kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal.
“Penyebab dari hantavirus adalah strain Andes yang berasal dari daerah Amerika Selatan, Pegunungan Andes. Dia mampu menyebabkan sindrom paru-paru sehingga dapat menular antar manusia,” ujarnya kepada wartawandi Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).
Riris memaparkan, dalam kasus wabah di kapal pesiar tersebut terdapat delapan kasus infeksi, terdiri dari enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus suspek.
Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tercatat tiga orang meninggal dunia. Kasus ini dilaporkan melibatkan penumpang dari berbagai negara, termasuk Belanda, Afrika Selatan, Inggris, Jerman, Swiss, dan Argentina.
Menurutnya, penularan hantavirus dapat terjadi melalui dua mekanisme, yakni penularan primer dan sekunder. Penularan primer terjadi melalui kontak manusia dengan tikus, seperti paparan urin, kotoran, atau gigitan hewan pengerat.
Sementara itu, pada strain Andes, penularan sekunder antarmanusia dapat terjadi melalui droplet atau percikan cairan tubuh, meski dalam kondisi tertentu.
“Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah Covid-19 karena harus memiliki kontak yang erat dan lama,” jelasnya.
Ia menegaskan, secara umum hantavirus tetap tergolong penyakit zoonosis dengan hewan pengerat sebagai reservoir utama. Penularan antarmanusia pada strain Andes disebut bukan mekanisme utama penyebaran virus.
“Secara umum, tetap zoonosis. Yang menjadi strain Andes itu human to human karena itu bisa menyebabkan pulmonary disease di paru-paru. Karena paru-paru itu organ pernapasan kita, maka bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukanlah yang utama karena itu butuh kontak erat yang lama,” terangnya.
Riris menyebut, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah melakukan asesmen awal dan menilai risiko terjadinya pandemi global masih rendah. Menurutnya, pengendalian dapat dilakukan melalui isolasi kasus serta pelacakan kontak secara cepat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




