WHO Ingatkan Ancaman Hantavirus, Kasus Baru Bisa Bermunculan
Selasa, 12 Mei 2026 | 18:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh negara untuk bersiap menghadapi kemungkinan munculnya kasus baru Virus Hanta (Hantavirus). Peringatan ini muncul menyusul terjadinya wabah mematikan di atas kapal pesiar MV Hondius, yang baru-baru ini dievakuasi di pelabuhan Tenerife, Spanyol.
Dalam konferensi pers di Madrid, Selasa (12/05/2026) yang dikutip The Guardian, Tedros memuji sikap Spanyol yang bersedia menerima kapal tersebut. "Saya ingin berterima kasih kepada Spanyol, khususnya Perdana Menteri Pedro Sánchez, atas kepemimpinan dan koordinasi yang luar biasa. Saya tahu ini adalah sebuah model belas kasih dan solidaritas yang telah ditunjukkan Spanyol," ujar Tedros.
Tedros mendesak negara-negara untuk mengikuti rekomendasi WHO, termasuk karantina 42 hari. Meski belum ada tanda wabah besar, ia memperingatkan akan adanya peningkatan kasus hantavirus.
“Saat ini tidak ada tanda-tanda kita melihat awal dari wabah yang lebih besar, namun tentu saja situasi dapat berubah dan, mengingat masa inkubasi virus yang lama, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu ke depan,” sarannya.
Diketahui Kapal MV Hondius menjadi pusat perhatian setelah tiga penumpang meninggal dunia. Meskipun biasanya menyebar melalui hewan pengerat, Virus Hanta galur Andes ini dapat menular antarmanusia dalam kontak dekat yang jarang. Hingga kini, sembilan kasus telah dikonfirmasi, termasuk warga Prancis dan Amerika Serikat yang baru saja dievakuasi.
Tingginya interaksi di atas kapal sebelum protokol pencegahan diterapkan menjadi kekhawatiran utama. Tedros menambahkan bahwa kini tanggung jawab ada di tangan masing-masing negara untuk memantau warga mereka yang telah dievakuasi. Ia menekankan pentingnya kebaikan di tengah situasi sulit ini. Di dunia yang "terbagi dan memecah belah", menurutnya, tindakan saling menjaga dan kebaikan hati adalah hal yang sangat krusial.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengamini sentimen tersebut dalam kesempatan yang sama. Sánchez menegaskan posisi negaranya dalam menghadapi krisis kemanusiaan ini dengan menyatakan dunia ini tidak membutuhkan lebih banyak keegoisan, tidak juga lebih banyak rasa takut.
“Yang dibutuhkan adalah negara-negara yang menunjukkan solidaritas dan ingin bergerak maju,” ucapnya.
Operasi evakuasi di Tenerife akhirnya selesai setelah dua pesawat terakhir membawa penumpang menuju Belanda pada Senin malam. Kapal MV Hondius kini tengah berlayar kembali menuju Rotterdam dengan kawalan medis ketat, sementara dunia terus memantau dampak jangka panjang dari masa inkubasi virus yang diprediksi baru akan terlihat sepenuhnya dalam enam hingga delapan minggu ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




