Hantavirus Jadi Sorotan, Dinkes Lebak Minta Warga Waspada Tikus
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:11 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayahnya. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan hewan pengerat seperti tikus tersebut.
Kekhawatiran publik terhadap hantavirus meningkat karena penyakit ini dikenal dapat menyerang sistem pernapasan hingga memicu gagal ginjal akut dengan risiko fatalitas tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lebak Nining Tilawah mengatakan hantavirus menyebar melalui tikus dan cairan tubuhnya seperti urine, air liur, serta kotoran.
“Hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat menyerang pernapasan maupun menyebabkan gangguan ginjal,” ujar Nining, Rabu (13/5/2026).
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah potensi penularan.
Menurut Nining, gejala awal hantavirus sering menyerupai infeksi virus biasa sehingga kerap tidak disadari.
Penderita umumnya mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah, diare, dan tubuh lemas. Namun pada kondisi lebih berat, pasien dapat mengalami batuk, sesak napas, tekanan darah turun drastis hingga gagal ginjal akut.
“Hantavirus bisa menyerang siapa saja, tidak hanya orang dewasa,” katanya.
Tutup Akses Tikus ke Rumah
Dinkes Lebak meminta warga meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Menutup akses masuk tikus ke rumah.
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
- Tidak membiarkan piring kotor semalaman.
- Menjaga tempat sampah tetap tertutup.
- Membersihkan lingkungan secara rutin.
Warga juga diminta menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi tikus.
Nining menegaskan hantavirus termasuk penyakit serius yang dapat berakibat fatal jika terlambat ditangani. Karena itu, masyarakat diminta menjadikan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.
“Karena penyakit ini sering kali berakibat fatal, masyarakat harus menghindari sumber penularannya,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




