ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

4 Negara Asia dengan Paparan Hantavirus Tertinggi, Ada Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:33 WIB
AM
TE
Penulis: Aura Ramadhani Marsono | Editor: TCE
Ilustrasi hantavirus.
Ilustrasi hantavirus. (Freepik/Pikisuperstar)

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah World Health Organization (WHO) melaporkan munculnya klaster infeksi yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026.

Wabah tersebut menyebabkan sejumlah kematian dan memicu peningkatan pengawasan kesehatan di berbagai negara karena penumpang kapal berasal dari banyak wilayah dunia.

Otoritas kesehatan internasional kini melakukan pelacakan terhadap penumpang dan kru kapal yang sempat melakukan perjalanan lintas negara sebelum kasus dikonfirmasi.

Situasi ini membuat sejumlah negara di Asia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus. Meski demikian, WHO menegaskan wabah ini tidak sama seperti pandemi Covid-19.

ADVERTISEMENT

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bahkan menyebut hantavirus bukan Covid-19 kedua dan risiko terhadap kesehatan publik global saat ini masih tergolong rendah.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius maupun hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS), yakni penyakit yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

Berikut ini daftar negara Asia yang tercatat memiliki paparan, pengawasan, atau peningkatan kewaspadaan terkait hantavirus.

Deretan Negara Asia Catat Paparan Hantavirus

China

China menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus hantavirus terbesar di dunia. Penelitian epidemiologi yang dipublikasikan melalui PubMed menyebut sekitar 90% kasus HFRS global selama beberapa dekade terakhir berasal dari China.

Kasus hantavirus di negara tersebut paling banyak ditemukan di wilayah pedesaan bagian utara dan timur laut yang memiliki populasi tikus tinggi. Jenis virus yang dominan adalah hantaan virus dan Seoul virus, yang dikenal sebagai penyebab utama HFRS di Asia.

China juga memiliki sistem pengawasan nasional terhadap hantavirus karena penyakit ini telah lama menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ribuan kasus HFRS pernah dilaporkan setiap tahun, meski angka kematian terus menurun berkat program vaksinasi dan peningkatan sanitasi.

Pada Mei 2026, otoritas kesehatan China menyatakan belum menemukan kaitan langsung antara wabah kapal pesiar MV Hondius dengan penularan domestik. Namun, pemeriksaan terhadap penumpang internasional tetap diperketat di sejumlah pintu masuk negara.

Korea Selatan

Korea Selatan memiliki hubungan historis dengan hantavirus karena virus Hantaan pertama kali diidentifikasi di dekat Sungai Hantan pada era 1970-an. Nama hantavirus berasal dari wilayah tersebut.

Korea Selatan masih melaporkan ratusan kasus HFRS setiap tahun yang berkaitan dengan paparan tikus liar di kawasan hutan dan pertanian. Kasus biasanya meningkat saat musim gugur ketika aktivitas pertanian lebih tinggi dan manusia lebih sering melakukan kontak dengan habitat tikus liar.

Sebagian besar pasien mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, gangguan ginjal, hingga perdarahan ringan. Pemerintah Korea Selatan juga rutin menjalankan edukasi pencegahan bagi petani dan personel militer yang termasuk kelompok paling berisiko terpapar virus.

Indonesia

Indonesia termasuk negara Asia Tenggara yang memiliki catatan paparan hantavirus. Jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases edisi 2026 mencatat prevalensi hantavirus pada mamalia kecil di Indonesia mencapai 17,49% dan menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.

Virus ditemukan pada populasi tikus di kawasan padat penduduk, pasar tradisional, area pelabuhan, hingga lingkungan dengan sanitasi kurang baik. Tikus rumah dan tikus got menjadi hewan yang paling banyak terdeteksi membawa virus.

Selain itu, Indonesia melaporkan delapan kasus HFRS sepanjang 2025 yang tersebar di empat provinsi dan seluruh pasien dinyatakan sembuh setelah mendapat perawatan intensif.

Seoul virus, yang menjadi salah satu penyebab utama HFRS, diketahui tersebar luas di Asia termasuk Indonesia karena dapat dibawa oleh tikus perkotaan yang hidup dekat dengan manusia.

Singapura

Singapore juga tercatat dalam penelitian internasional terkait hantavirus. Prevalensi hantavirus pada mamalia kecil di Singapura mencapai 10,53% dan termasuk tinggi di Kawasan Asia Tenggara.

Temuan tersebut banyak berasal dari populasi tikus perkotaan di area pelabuhan, pusat distribusi logistik, dan lingkungan dengan aktivitas manusia yang sangat padat. Kondisi urban yang padat membuat Singapura memiliki sistem pengawasan tikus yang sangat ketat.

Selain itu, laporan internasional mengenai wabah MV Hondius menyebut terdapat penumpang asal Singapura yang ikut dipantau setelah berada di kapal pesiar tersebut.

Negara Asia yang Mulai Tingkatkan Kewaspadaan

Selain negara dengan catatan kasus dan prevalensi tinggi, sejumlah negara Asia lain juga mulai meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya klaster hantavirus internasional di kapal pesiar MV Hondius.

India menjadi salah satu negara yang memperketat pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan internasional yang memiliki riwayat kontak dengan kapal tersebut. Pengawasan kesehatan juga ditingkatkan di sejumlah pintu masuk internasional.

Sementara itu, Thailand dan Vietnam tercatat dalam berbagai penelitian terkait hantavirus di Asia Tenggara. Sejumlah studi menemukan keberadaan virus pada tikus di area pertanian, pasar tradisional, hingga kawasan permukiman padat.

Meski belum melaporkan lonjakan besar kasus pada manusia, kedua negara tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi iklim tropis dan tingginya potensi kontak dengan hewan pengerat.

WHO menilai hantavirus belum menunjukkan pola penyebaran seperti pandemi Covid-19. Namun, kemunculan klaster internasional di kapal pesiar MV Hondius membuat sejumlah negara Asia memperketat pengawasan terhadap paparan tikus pembawa virus, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi dan mobilitas internasional yang besar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

1 Orang Positif Hantavirus sejak Januari, Dinkes Jatim: Sudah Sembuh

1 Orang Positif Hantavirus sejak Januari, Dinkes Jatim: Sudah Sembuh

LIFESTYLE
WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus

WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus

INTERNASIONAL
Waspada! Virus Hantavirus Menular lewat 2 Cara Ini

Waspada! Virus Hantavirus Menular lewat 2 Cara Ini

LIFESTYLE
Hantavirus Merebak, Tidak Ada Kasus Ditemukan di Kabupaten Tangerang

Hantavirus Merebak, Tidak Ada Kasus Ditemukan di Kabupaten Tangerang

BANTEN
Hantavirus Jadi Sorotan, Dinkes Lebak Minta Warga Waspada Tikus

Hantavirus Jadi Sorotan, Dinkes Lebak Minta Warga Waspada Tikus

BANTEN
5 Penyakit yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus

5 Penyakit yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon