ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kecanggihan Kapal Selam KRI Alugoro-405 Menuntut Profesionalitas SDM TNI AL

Senin, 22 Maret 2021 | 06:51 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Jokowi Meninjau Kapal Selam KRI Alugoro Buatan RI
Jokowi Meninjau Kapal Selam KRI Alugoro Buatan RI (Youtube.com/BeritaSatu/BSTV)

Jakarta, Beritasatu.com – Kecanggihan dan kemampuan tinggi yang dimiliki kapal selam KRI Alugoro-405 harus diimbangi dengan profesionalitas sumber daya manusia (SDM) TNI Angkatan Laut (TNI AL). Selain awak yang profesional, KRI Alugoro-405 juga harus dipimpin oleh seorang komandan yang cerdas.

"Kemampuan kapal selam tersebut menuntut profesionalitas awak kapal yang harus dipimpin seorang komandan kapal selam yang cerdas," ujar pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati atau yang akrab disapa Nuning di Jakarta, Senin (22/3/2021).

Dengan teknologi tinggi yang terpasang di kapal selam KRI Alugoro-405, ujar Nuning, maka lembaga pendidikan TNI AL juga harus mengantisipasi berbagai variasi taktik dan strategi peperangan kapal selam dan antikapal selam di masa mendatang. Dalam konteks ini, menurut Nuning tidak salah juga jika TNI AL memperbanyak schollar warrior (prajurit yang juga akademisi).

Profesionalitas SDM dan komandan yang cerdas itu penting. Pasalnya, ujar Nuning, formasi tempur peperangan kapal selam modern menuntut kapasitas kapal yang mampu beroperasi dalam kurun waktu yang lama, baik secara mandiri maupun secara bersama.

ADVERTISEMENT

KRI Alugoro-405 adalah kapal selam terbaru yang masuk ke dalam jajaran armada TNI AL. Sebelumnya, TNI AL juga telah mengaktifkan dua kapal selam baru, yakni KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404. Ketiga kapal selam TNI AL tersebut adalah hasil kerja sama PT PAL Indonesia dan DSME Korea untuk batch pertama. Saat ini sedang proses finalisasi batch kedua untuk tiga kapal selam berikutnya.

Ketiga kapal selam baru itu melengkapi dua kapal selam yang telah dimiliki TNI AL sebelumnya, yaitu KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402. Kelima kapal selam ini merupakan tipe 209 yang dikembangkan oleh Jerman dan banyak dimiliki oleh angkatan laut beberapa negara.

"Kapal Selam tersebut sangat cocok beroperasi di laut yang memiliki karakteristik dangkal, dalam, dan salinitas yang tinggi, seperti perairan Indonesia. Persenjataan kapal selam juga mampu menghadapi teknologi kapal-kapal tempur permukaan dan kapal selam tipe lain yang dimiliki negara-negara di kawasan Asia," kata Nuning.

Dikatakan, kapasitas peperangan yang dimiliki TNI AL memang sudah saatnya ditingkatkan sesuai era digitalisasi dan unmanned system (sistem tanpa awak). Kapal-kapal selam ke depan harus semakin efisien dan banyak memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (kecerdasan buatan).

Kapal selam yang baru juga perlu dilengkapi dengan Underwater Unmanned Vessel (UUV) melengkapi Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) yang juga banyak digunakan saat ini. Hal itu karena kapal selam juga masuk perangkat surveillance (intelijen).

Pemakaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tentu juga harus memenuhi syarat kualitas produknya. Industri pertahanan kita harus terus meningkatkan kualitas SDM dan produksinya. "Tatkala kita berbicara tentang alutsista, maka tentu harus satu kesatuan dengan SDM pengawak maupun teknisi," kata Nuning.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon