Presiden Erdogan Resmikan Masjid Taksim di Istanbul
Minggu, 30 Mei 2021 | 14:23 WIB
Istanbul, Beritasatu.com- Ribuan jemaah berkumpul di Lapangan Taksim pusat kota Istanbul, Turki pada Jumat (28/5/2021) untuk menandai peresmian masjid baru yang megah dan kontroversial oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, pembukaan dihadiri oleh ribuan orang bertepatan dengan peringatan protes anti-pemerintah besar-besaran, yang dimulai di dekat Taman Gezi pada tahun 2013.
Pembukaan tersebut memenuhi ambisi lama oleh berbagai pemerintah sejak 1950-an untuk membangun tempat ibadah Muslim di alun-alun, yang sering dianggap sebagai simbol sekularisme Bapak pendiri Turki Mustafa Kemal Ataturk.
Peresmian juga bertepatan dengan peringatan protes anti-pemerintah besar-besaran, yang dimulai di dekat Taman Gezi pada 28 Mei 2013, karena rencana pembangunan pemerintah.
Layar di alun-alun menunjukkan salat pertama di masjid, yang menjulang di atas patung perunggu dan marmer yang menggambarkan Ataturk, sementara jemaah duduk di atas sajadah kertas sekali pakai.
Kedatangan Erdogan disambut dengan tepuk tangan saat dia melambai ke kerumunan sebelum masuk ke dalam.
"Kami telah menunggu lama sekali untuk masjid ini. Tidak ada yang bisa melakukannya - hanya Erdogan. Dia pria yang spesial bagiku. Alun-alun Taksim sekarang memiliki pemandangan yang sangat indah - saya berharap mereka bisa membangun masjid ini 50 tahun yang lalu," kata Mehmet Ali Karahacioglu, 68 tahun kepada Al Jazeera.
Dalam pidato, Erdogan berharap masjid Taksim akan menerangi kota Istanbul seperti lampu minyak selama berabad-abad mendatang.
Taksim adalah titik fokus kehidupan di sisi Eropa Istanbul - Taksim terhubung dengan jalan perbelanjaan utama, Istiklal, dan biasanya ramai dengan pembeli, turis, pekerja, dan pengunjung pesta.
Daerah Taksim dulunya adalah rumah bagi agama dan etnis minoritas Istanbul selama era Ottoman dan terdapat beberapa gereja di sekitarnya, termasuk gereja Ortodoks Yunani terbesar di kota itu, tetapi hanya sedikit masjid besar.
"Kami tidak memiliki cukup masjid di sekitar sini, jadi ini bagus," kata Canan Kurtoglu, 53, yang menghadiri salat dan bekerja untuk subkontraktor yang membangun pintu masjid.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




