ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dampak Perang Iran-AS, Turki Batasi Ekspor Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 | 03:50 WIB
A
S
Penulis: Antara | Editor: JTO
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Ankara, Beritasatu.com - Pemerintah Turki memutuskan untuk sementara membatasi ekspor sejumlah komoditas pangan guna menekan kenaikan harga di dalam negeri. Kebijakan ini diambil di tengah tekanan inflasi serta dampak perang Iran-Israel dan Amerika Serikat (AS).

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian Turki menyebut pembatasan ekspor mencakup daging ayam, telur, kacang arab, serta berbagai jenis kacang-kacangan. Selain itu, pemerintah juga tidak akan mengeluarkan izin ekspor untuk daging sapi, daging kambing, minyak bunga matahari, biji minyak, serta lentil hijau dan merah.

“Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali, mendukung produsen lokal, dan menjaga keseimbangan harga di pasar domestik,” demikian pernyataan pemerintah Turki, dikutip dari RIA Novosti.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Institut Statistik Turki, inflasi tahunan negara tersebut mencapai 31,53% hingga akhir Februari 2026.

Selain membatasi ekspor, pemerintah Turki juga mendorong impor melalui penurunan tarif. Tarif nol diberlakukan untuk impor sekitar satu juta ton minyak bunga matahari hingga akhir Mei 2026.

Untuk komoditas lain, tarif impor lentil hijau diturunkan menjadi 10% dari sebelumnya 19,3% hingga akhir April. Tarif impor lemon juga dipangkas dari 54% menjadi 10% hingga akhir Juli 2026.

Sementara itu, tarif impor sereal oat diturunkan dari 130% menjadi 30% hingga akhir April 2026, dengan ketentuan digunakan untuk produksi makanan olahan seperti muesli, biskuit, dan havermut.

Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan baku serta gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut turut memicu lonjakan biaya logistik dan produksi di sektor industri.

Menurut laporan media lokal Ekonomim, harga bahan baku polimer meningkat hingga 60–80%, sementara biaya logistik naik sekitar 70%. Dampaknya, sejumlah pabrik di Turki terpaksa menghentikan produksi dan meliburkan pekerja lebih awal.

Pemerintah Turki berharap kombinasi pembatasan ekspor dan pelonggaran impor dapat menjaga stabilitas harga serta mendukung ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

INTERNASIONAL
Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA di Tengah Perang Israel-Iran

Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA di Tengah Perang Israel-Iran

INTERNASIONAL
China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

INTERNASIONAL
Iran Bantah Gunakan Selat Hormuz sebagai Senjata

Iran Bantah Gunakan Selat Hormuz sebagai Senjata

INTERNASIONAL
Yaman Kecam Iran karena Dianggap Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

Yaman Kecam Iran karena Dianggap Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

INTERNASIONAL
Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase atas Dugaan Agresi Militer

Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase atas Dugaan Agresi Militer

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon