ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sindir G-7, Tiongkok Sebut Kelompok Kecil Tak Kuasai Dunia

Senin, 14 Juni 2021 | 12:52 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Presiden AS Joe Biden (kanan) mendengarkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat sesi kerja di KTT G7 di Carbis Bay, Cornwall, Inggris pada Sabtu 12 Juni 2021.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Presiden AS Joe Biden (kanan) mendengarkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat sesi kerja di KTT G7 di Carbis Bay, Cornwall, Inggris pada Sabtu 12 Juni 2021. (AFP/Brendan Smialowski)

London, Beritasatu.com- Tiongkok memberikan sindiran pada kelompok negara G-7 setelah mereka menyatakan persatuan untuk menandingi Beijing. Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (13/6/2021), Tiongkok memperingatkan G-7 bahwa kelompok kecil negara-negara tak bisa memutuskan nasib dunia.

"Hari-hari ketika keputusan global didikte oleh sekelompok kecil negara sudah lama berlalu," kata juru bicara kedutaan besar Tiongkok di London.

Kebangkitan kembali Tiongkok sebagai kekuatan global terkemuka dianggap sebagai salah satu peristiwa geopolitik paling signifikan akhir-akhir ini, di samping jatuhnya Uni Soviet pada 1991 yang mengakhiri Perang Dingin.

“Kami selalu percaya bahwa negara, besar atau kecil, kuat atau lemah, miskin atau kaya, adalah sama, dan bahwa urusan dunia harus ditangani melalui konsultasi oleh semua negara.”

ADVERTISEMENT

G-7, yang para pemimpinnya bertemu di barat daya Inggris, telah mencari tanggapan yang koheren terhadap tumbuhnya ketegasan Presiden Xi Jinping setelah kebangkitan ekonomi dan militer Tiongkok yang spektakuler selama 40 tahun terakhir.

Para pemimpin kelompok G-7 yakni Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, dan Jepang - ingin menggunakan pertemuan mereka di resor tepi laut Inggris di Teluk Carbis untuk menunjukkan kepada dunia bahwa negara demokrasi terkaya dapat menawarkan alternatif bagi pengaruh Tiongkok yang semakin besar.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memimpin diskusi G-7 tentang Tiongkok pada hari Sabtu. Dia meminta para pemimpin untuk datang dengan pendekatan terpadu terhadap tantangan yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat Tiongkok.

G-7 berencana untuk menawarkan skema infrastruktur kepada negara-negara berkembang yang dapat menyaingi Inisiatif Sabuk dan Jalan Xi yang bernilai multi-triliun dolar.

Beijing telah berulang kali membalas apa yang dianggapnya sebagai upaya kekuatan Barat untuk menahan Tiongkok. Beijing menyatakan banyak kekuatan besar masih dicengkeram oleh pola pikir kekaisaran yang ketinggalan zaman setelah bertahun-tahun mempermalukan Tiongkok.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

G-7 Bakal Kawal Kapal di Timur Tengah

G-7 Bakal Kawal Kapal di Timur Tengah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon