ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mantan Presiden Benigno Aquino Meninggal di Usia 61

Kamis, 24 Juni 2021 | 13:28 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Dalam foto arsip tertanggal 30 Juni 2010 ini, Presiden Filipina Benigno Aquino melambai kepada pendukungnya setelah berpidato di Quirino Grandstand di Manila.
Dalam foto arsip tertanggal 30 Juni 2010 ini, Presiden Filipina Benigno Aquino melambai kepada pendukungnya setelah berpidato di Quirino Grandstand di Manila. (AFP)

Beritasatu.com - Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino meninggal pada usia 61, Kamis (24/6/2021), setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Manila.

Gedung Senat di ibu kota negara itu segera mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berduka untuk pria yang menjabat presiden pada 2010 sampai 2016.

"Dengan kesedihan mendalam, saya mendapat kabar pagi ini tentang wafatnya mantan presiden Benigno Aquino," kata Ketua Mahkamah Agung Marvic Leonen.

"Sebuah kehormatan pernah bertugas bersamanya. Dia akan selalu dikenang," kata Leonen, yang ditunjuk Aquino sebagai ketua MA pada 2012.

ADVERTISEMENT

Aquino, atau panggilan akrabnya Noynoy, meroket namanya dan mendapat dukungan publik setelah kematian ibunya, Corazon Aquino, pada 2009. Ibunya juga menjabat presiden dari 1986 hingga 1992 dan sebelumnya dikenal sebagai tokoh pergerakan rakyat menentang rezim otoriter era Ferdinand Marcos.

Ayah Aquino adalah senator yang melegenda – tokoh oposisi tangguh terhadap pemerintahan Marcos yang kemudian tewas dibunuh saat tiba di Filipina pada 1983 setelah pulang dari pengasingan politik.

Pembunuhan itu mengguncang politik Filipina dan membuat Marcos terguling pada 1986 lewat aksi pergerakan rakyat dan mengantar ibu Aquino ke kursi kepresidenan.

Senator Imee Marcos, putri mendiang sang diktator, ikut menyatakan rasa duka atas meninggalnya Aquino, yang dia sebut sebagai "pribadi sederhana dan baik hati".

Aquino adalah putra satu-satunya di keluarga dia dan bekerja di perusahaan gula milik keluarga sebelum terjun ke politik pada 1998. Dia pernah menjadi anggota parlemen selama tiga periode 1998-2007 mewakili provinsi Tarlac di sebelah utara Manila.

Pada 1987 terjadi percobaan kudeta oleh militer melawan ibunya dan Aquino tertembak lima kali sementara tiga pengawalnya tewas. Dia bisa selamat meskipun terluka serius.

Selama menjabat presiden selama enam tahun, dia juga tidak lepas dari krisis. Misalnya, pada tahun kelima jabatannya 44 anggota pasukan komando tewas dalam operasi penangkapan seorang militan.

Juga di masa jabatannya Filipina dihantam Tofan Haiyan yang menewaskan lebih dari 6.000 orang pada November 2013.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon