Korban Tewas Banjir di Eropa Barat 171 Orang, Kanselir Jerman Kunjungi Wilayah Terdampak
Minggu, 18 Juli 2021 | 14:30 WIB
Schuld, Beritasatu.com - Kanselir Angela Merkel akan mengunjungi daerah yang dilanda banjir di Jerman pada Minggu (18/7/2021) ini waktu setempat untuk memantau kerusakan dan menemui korban selamat, setelah berhari-hari hujan ekstrem di Eropa barat itu menyebabkan yang sedikitnya membuat 171 orang tewas dan puluhan hilang.
Merkel dijadwalkan melakukan perjalanan ke desa Schuld di negara bagian Rhineland-Palatinate, salah satu dari dua daerah yang paling parah dilanda di Jerman barat, di mana sungai Ahr yang meluap menyapu rumah-rumah dan meninggalkan puing-puing menumpuk tinggi di jalan-jalan.
Sedikitnya 144 orang tewas sejak Rabu dalam banjir terparah di Jerman, sementara 27 orang tewas di negara tetangga Belgia.
Anggota kru penyelamat di kedua negara sedang menyaring puing-puing untuk menemukan korban, seringkali mereka dihadapi dalam kondisi berbahaya.
Hujan ekstrem ini juga melanda Swiss, Luksemburg, dan Belanda.
Ketika air mulai surut di Rhineland-Palatinate dan tetangganya North-Rhine Westphalia, kekhawatiran bergeser ke selatan ke wilayah Bavaria elite Jerman di mana hujan lebat menggenangi ruang bawah tanah dan meluapnya sungai dan anak sungai pada Sabtu (17/8/2021) malam waktu setempat.
Satu orang tewas di Berchtesgadener Land, kata juru bicara distrik Bavaria kepada AFP.
Di Austria, pekerja darurat di wilayah Salzburg dan Tyrol berada dalam siaga tinggi untuk banjir. Pusat kota bersejarah Hallein, dekat perbatasan Jerman, terendam air.
Merkel menyebut banjir itu sebagai "tragedi" dan menjanjikan dukungan dari pemerintah federal untuk kota-kota di Jerman yang dilanda banjir.
Pemerintah mengatakan sedang bekerja untuk menyiapkan dana bantuan khusus, dengan biaya kerusakan diperkirakan mencapai beberapa miliar euro.
Bencana itu terjadi dalam nuansa politik di Jerman yang menuju ke tempat pemungutan suara pada 26 September untuk pemilihan umum yang akan menandai berakhirnya 16 tahun kekuasaan Merkel.
Dengan para ahli mengatakan perubahan iklim membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti ini lebih mungkin terjadi, para kandidat yang bersaing untuk menggantikan pemimpin veteran itu menyerukan lebih banyak tindakan untuk mncegah pemanasan global.
Armin Laschet, pemimpin negara bagian North-Rhine Westphalia (NRW) mengatakan, upaya untuk mengatasi pemanasan global harus dipercepat.
Namun Laschet, yang saat ini memimpin dalam jajak pendapat, melakukan "blunder" saat ia terekam tengah tertawa di kota Erftstadt yang hancur di NRW, di mana terjadi tanah longsor dipicu oleh banjir.
Dalam rekaman itu, Laschet terlihat mengobrol dan bercanda di latar belakang saat Presiden Frank-Walter Steinmeier memberikan pernyataan yang mengungkapkan simpatinya kepada keluarga yang berduka.
"Laschet tertawa saat negara sedang menangis," tulis harian Bild.
Laschet kemudian meminta maaf di Twitter untuk momen yang "tidak pantas" itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




