Korban Tewas Banjir di Eropa Jadi 188 Orang, Kanselir Jerman: Mengerikan
Senin, 19 Juli 2021 | 09:02 WIB
Berchtesgaden, Beritasatu.com - Kanselir Jerman Angela Merkel menggambarkan banjir yang telah menghancurkan beberapa bagian Eropa sebagai "mengerikan" pada Minggu (18/7/2021). Jumlah korban tewas di seluruh wilayah itu naik menjadi 188 orang.
Angela Merkel menjanjikan bantuan keuangan cepat setelah mengunjungi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak rekor curah hujan dan banjir yang telah menewaskan sedikitnya 157 orang di Jerman dalam beberapa hari terakhir. Bencana ini adalah yang terburuk di negara itu dalam hampir enam dekade.
Dia juga mengatakan, pemerintah harus menjadi lebih baik dan lebih cepat dalam upaya mereka untuk mengatasi dampak perubahan iklim hanya beberapa hari setelah Eropa menguraikan paket langkah-langkah menuju emisi nol pada pertengahan abad ini.
"Mengerikan," katanya kepada penduduk kota kecil Adenau di negara bagian. "Bahasa Jerman hampir tidak bisa menggambarkan kehancuran yang terjadi".
Di saat upaya terus dilakukan untuk mencari orang yang hilang, kehancuran berlanjut pada hari Minggu ketika sebuah distrik Bavaria, Jerman selatan, dilanda banjir bandang yang menewaskan sedikitnya satu orang
Jalanan berubah menjadi sungai, beberapa kendaraan hanyut dan petak tanah tertutup lumpur tebal di Berchtesgadener Land. Ratusan petugas penyelamat sedang mencari korban selamat di distrik yang berbatasan dengan Austria tersebut.
"Kami tidak siap untuk ini," kata administrator distrik Berchtesgadener Land Bernhard Kern.
Ia menambahkan, situasi telah memburuk secara drastis pada Sabtu (17/7/2021) malam, dan hanya menyisakan sedikit waktu bagi layanan darurat untuk bertindak.
Sekitar 110 orang tewas di distrik Ahrweiler yang paling parah di selatan Cologne. Lebih banyak mayat diperkirakan akan ditemukan di sana saat air banjir surut, kata polisi.
Banjir di Eropa barat, yang mulai terjad pada hari Rabu setelah hujan ekstrem, sebagian besar melanda negara bagian Rhineland Palatinate di Jerman, Rhine-Westphalia Utara serta sebagian Belgia. Seluruh komunitas telah terputus, tanpa listrik atau komunikasi.
Di Rhine-Westphalia Utara setidaknya 46 orang telah meninggal. Korban tewas di Belgia naik menjadi 31 orang pada hari Minggu.
Di Belgia, yang akan mengadakan hari berkabung nasional pada Selasa besok, sebanyak 63 orang masih hilang atau tidak dapat dijangkau. Pusat krisis mengatakan, ketinggian air telah turun dan operasi pembersihan besar-besaran sedang berlangsung. Militer dikirim ke kota timur Pepinster di mana selusin bangunan runtuh, untuk mencari korban lebih lanjut.
Sekitar 37.000 rumah tangga kini tanpa listrik dan pihak berwenang Belgia mengatakan pasokan air minum bersih juga menjadi perhatian utama.
Sementara itu, pejabat layanan darurat di Belanda mengatakan situasi agak stabil di bagian selatan provinsi Limburg, di mana puluhan ribu warga dievakuasi dalam beberapa hari terakhir. Di Limburg selatan, pihak berwenang masih mengkhawatirkan keamanan infrastruktur lalu lintas seperti jalan dan jembatan yang rusak akibat tingginya air.
Belanda sejauh ini hanya melaporkan kerusakan properti akibat banjir dan tidak ada orang tewas atau hilang.
Di Hallein, sebuah kota Austria dekat Salzburg, banjir besar melanda pusat kota pada Sabtu malam ketika sungai Kothbach meluap, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




