Menkes Turki Akui Istanbul Jadi Episentrum Omicron
Selasa, 11 Januari 2022 | 21:28 WIB
Istanbul, Beritasatu.com- Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca mengakui Istanbul merupakan episentrum kasus Omicron. Seperti dilaporkan Hurriyetdailynews.com, Senin (10/1/2022), kota terpadat di Turki itu telah menjadi pusat peningkatan kasus terkait varian Omicron.
Kasus Covid-19 harian di Turki telah meningkat baru-baru ini, dengan kasus menembus di atas 60.000, tingkat yang hanya dialami Turki pada April tahun 2021.
"Rawat inap karena Covid-19 di Turki telah meningkat 6,2 persen dalam tiga minggu terakhir," tulis Koca di Twitter pada 9 Januari.
Namun menteri mencatat, belum ada peningkatan signifikan jumlah pasien di unit perawatan intensif atau intubasi.
"Sebagian besar korban Covid-19 di Turki adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang dengan penyakit kronis," tambah Koca.
Baca Juga: Pulang dari Turki, Ashanty Terpapar Covid-19
Pada 6 Januari, infeksi harian mencapai level tertinggi sepanjang masa 68.413 ketika jenis virus Omicron menyerang negara itu. Virus corona telah menginfeksi hampir 9,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 81.000 pasien di Turki hingga saat ini.
Sementara itu, jumlah vaksin yang diberikan di negara itu telah melebihi 136 juta dosis, dengan hampir 52 juta orang telah divaksin dosis ganda.
Lebih dari 21 juta orang telah diberikan dosis ketiga mereka terhadap Covid-19, sementara lebih dari 57 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.
Turki meluncurkan program vaksinasi pada Januari tahun lalu dengan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok, Sinovac. Kemudian mulai menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech, dan awal bulan ini, otoritas menambahkan vaksin yang dikembangkan secara lokal, Turkovac, ke logistik vaksinnya.
Baca Juga: Kemenkes Ungkap Mayoritas Kasus Omicron Indonesia dari Turki
Menghadapi ancaman dari varian Omicron, pejabat pemerintah dan pakar kesehatan telah mengintensifkan seruan kepada orang-orang untuk divaksinasi.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat vaksinasi Covid-19 antarprovinsi sangat bervariasi. Di Istanbul, sekitar 77% dari populasi orang dewasa divaksin ganda, sementara tingkat yang sesuai adalah 82% di Ankara dan lebih dari 84% di Izmir, kota terbesar ketiga.
Di provinsi tenggara anlıurfa, hanya 60% dari populasi orang dewasa yang telah menerima dua dosis vaksin, tetapi di provinsi terdekat Osmaniye, tingkat vaksinasi adalah 88%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




