ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkes Turki Akui Istanbul Jadi Episentrum Omicron

Selasa, 11 Januari 2022 | 21:28 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Para wanita mengenakan masker pelindung saat berada di dekat Masjid Sultanahmet, juga dikenal sebagai Masjid Biru, saat Turki berusaha meredam wabah virus corona, Istanbul, pada 17 Maret 2020.
Para wanita mengenakan masker pelindung saat berada di dekat Masjid Sultanahmet, juga dikenal sebagai Masjid Biru, saat Turki berusaha meredam wabah virus corona, Istanbul, pada 17 Maret 2020. (AFP/Dokumentasi)

Istanbul, Beritasatu.com- Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca mengakui Istanbul merupakan episentrum kasus Omicron. Seperti dilaporkan Hurriyetdailynews.com, Senin (10/1/2022), kota terpadat di Turki itu telah menjadi pusat peningkatan kasus terkait varian Omicron.

Kasus Covid-19 harian di Turki telah meningkat baru-baru ini, dengan kasus menembus di atas 60.000, tingkat yang hanya dialami Turki pada April tahun 2021.

"Rawat inap karena Covid-19 di Turki telah meningkat 6,2 persen dalam tiga minggu terakhir," tulis Koca di Twitter pada 9 Januari.

Namun menteri mencatat, belum ada peningkatan signifikan jumlah pasien di unit perawatan intensif atau intubasi.

ADVERTISEMENT

"Sebagian besar korban Covid-19 di Turki adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang dengan penyakit kronis," tambah Koca.

Baca Juga: Pulang dari Turki, Ashanty Terpapar Covid-19

Pada 6 Januari, infeksi harian mencapai level tertinggi sepanjang masa 68.413 ketika jenis virus Omicron menyerang negara itu. Virus corona telah menginfeksi hampir 9,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 81.000 pasien di Turki hingga saat ini.

Sementara itu, jumlah vaksin yang diberikan di negara itu telah melebihi 136 juta dosis, dengan hampir 52 juta orang telah divaksin dosis ganda.

Lebih dari 21 juta orang telah diberikan dosis ketiga mereka terhadap Covid-19, sementara lebih dari 57 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Turki meluncurkan program vaksinasi pada Januari tahun lalu dengan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok, Sinovac. Kemudian mulai menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech, dan awal bulan ini, otoritas menambahkan vaksin yang dikembangkan secara lokal, Turkovac, ke logistik vaksinnya.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Mayoritas Kasus Omicron Indonesia dari Turki

Menghadapi ancaman dari varian Omicron, pejabat pemerintah dan pakar kesehatan telah mengintensifkan seruan kepada orang-orang untuk divaksinasi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat vaksinasi Covid-19 antarprovinsi sangat bervariasi. Di Istanbul, sekitar 77% dari populasi orang dewasa divaksin ganda, sementara tingkat yang sesuai adalah 82% di Ankara dan lebih dari 84% di Izmir, kota terbesar ketiga.

Di provinsi tenggara anlıurfa, hanya 60% dari populasi orang dewasa yang telah menerima dua dosis vaksin, tetapi di provinsi terdekat Osmaniye, tingkat vaksinasi adalah 88%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

D-8: Pakistan, Turki, dan Mesir Aktif Mediasi Konflik Iran

D-8: Pakistan, Turki, dan Mesir Aktif Mediasi Konflik Iran

INTERNASIONAL
Indonesia Beli Pesawat Tempur Turki dengan Utang Luar Negeri

Indonesia Beli Pesawat Tempur Turki dengan Utang Luar Negeri

NASIONAL
Piala Dunia 2026: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Play-off Eropa

Piala Dunia 2026: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Play-off Eropa

SPORT
Turki Kecam Tindakan Israel Halangi Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa

Turki Kecam Tindakan Israel Halangi Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa

INTERNASIONAL
Dampak Perang Iran-AS, Turki Batasi Ekspor Pangan

Dampak Perang Iran-AS, Turki Batasi Ekspor Pangan

INTERNASIONAL
NATO Cegat Rudal yang Mengarah ke Turki

NATO Cegat Rudal yang Mengarah ke Turki

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon