ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Studi Denmark: Penerima Dosis Booster Kecil Kemungkinan Tularkan BA.2

Selasa, 1 Februari 2022 | 20:37 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Orang-orang mengantre untuk tes cepat di pusat tes Covid-19 yang didirikan di Gereja Budolfi di pusat Aalborg, Denmark, pada 23 Desember 2021.
Orang-orang mengantre untuk tes cepat di pusat tes Covid-19 yang didirikan di Gereja Budolfi di pusat Aalborg, Denmark, pada 23 Desember 2021. (AFP/Dokumentasi)

Kopenhagen, Beritasatu.com - Subvarian Omicron BA.2 secara inheren (bersifat) lebih menular dan lebih baik dalam menghindari vaksin daripada jenis Covid-19 lainnya. Tetapi orang yang divaksinasi lengkap dan menerima dosis booster kecil kemungkinan menularkannya dibandingkan yang tidak divaksinasi, menurut sebuah penelitian di Denmark yang diterbitkan baru-baru ini.

Studi tersebut menemukan, subvarian baru, yang dengan cepat menjadi dominan di Denmark, menyebar lebih mudah ke semua kelompok tanpa memandang jenis kelamin, usia, ukuran rumah tangga dan status vaksinasi.

Probabilitas (kemungkinan) penyebaran dalam rumah tangga adalah 39% untuk BA.2 versus 29% untuk BA.1, yang merupakan varian Omicron asli yang kini dominan di seluruh dunia pada 19 Januari, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Temuan 127 Kasus Subvarian BA.2 di AS, CDC: Belum Tentu Lebih Menular

ADVERTISEMENT

Studi yang dipimpin oleh tim ilmuwan yang berafiliasi dengan Universitas Kopenhagen dan Kementerian Kesehatan Denmark belum diajukan untuk ditinjau sejawat di antara lembaga-lembaga lain,. Para peneliti telah mempublikasikan temuan mereka sebelum diperiksa oleh para ahli lain di lapangan karena sifat pandemi yang mendesak.

Tingkat penularan di antara orang yang tidak divaksinasi lebih tinggi dengan BA.2 dibandingkan dengan BA.1 menunjukkan, orang yang tidak divaksinasi membawa viral load yang lebih tinggi dengan BA.2. Meskipun orang yang divaksinasi lengkap lebih mungkin untuk menangkap BA.2 daripada jenis sebelumnya, mereka cenderung menyebarkannya ke orang lain, para peneliti menemukan.

Orang yang menerima booster bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus daripada orang yang divaksinasi lengkap.

"Ini menunjukkan, setelah infeksi terobosan, vaksinasi melindungi terhadap penularan lebih lanjut, dan lebih untuk BA.2 daripada BA.1," para ilmuwan menemukan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Covid-19 Masih Ada, Varian LF.7 Kini Jadi Salah Satu yang Dominan

Covid-19 Masih Ada, Varian LF.7 Kini Jadi Salah Satu yang Dominan

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon