ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cegah Gelombang Subvarian BA.2, Warga Australia Diminta Segera Booster

Senin, 14 Maret 2022 | 13:11 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Para pelancong internasional yang mengenakan alat pelindung diri (APD) tiba di Bandara Tullamarine Melbourne pada Senin 29 November 2021 ketika Australia mencatat kasus pertama varian Omicron dari Covid-19.
Para pelancong internasional yang mengenakan alat pelindung diri (APD) tiba di Bandara Tullamarine Melbourne pada Senin 29 November 2021 ketika Australia mencatat kasus pertama varian Omicron dari Covid-19. (AFP/William West)

Sidney, Beritasatu.com - Pemerintah Australia pada Senin (14/3/2022) memperingatkan lambatnya program suntikan dosis penguat (booster) vaksin Covid-19 bisa memicu gelombang baru di tengah ancaman subvarian BA.2 Omicron yang sangat menular.

Negara itu berjuang mengatasi rekor kasus dan lonjakan kasus rawat inap pada awal gelombang Omicron, namun wabah itu sudah mereda dalam enam pekan terakhir.

Sebagian besar negara bagian telah melonggarkan pembatasan sosial. Aturan wajib masker di ruang tertutup dicabut dan sektor bisnis meminta karyawan untuk kembali bekerja ke kantor.

Baca Juga: PM Australia Positif Covid-19

ADVERTISEMENT

Namun kasus harian kemungkinan bisa berlipat dua dalam 4-6 pekan ke depan ketika subvarian baru itu diperkirakan akan menjadi dominan, kata Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard.

Kondisi itu kemungkinan akan memicu lebih banyak pasien di rumah sakit dan lebih banyak orang meninggal, kata Hazzard kepada ABC, Senin.

Sekitar 20.000 kasus baru dan empat kematian dilaporkan oleh Australia pada Senin siang. Sejak awal pandemi, total kasus di negara itu mencapai lebih dari 3,1 juta dengan 5.590 kematian.

Menurut data resmi, baru sekitar 57 persen orang berusia 16 tahun ke atas telah menerima dosis booster vaksin Covid-19 di New South Wales, yang ditinggali oleh sepertiga dari 25 juta penduduk Australia. Angka itu berada di bawah rata-rata nasional 65 persen. Sekitar 95 persen penduduk negara bagian itu telah disuntik dua dosis.

"Ada sejumlah kebingungan," kata Hazzard, yang mengakui adanya "masalah besar" di kalangan masyarakat untuk mendapatkan dosis booster.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Covid-19 Masih Ada, Varian LF.7 Kini Jadi Salah Satu yang Dominan

Covid-19 Masih Ada, Varian LF.7 Kini Jadi Salah Satu yang Dominan

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon