Bulgaria Gunakan Anjing dan Kekerasan untuk Usir Pengungsi
Jumat, 27 Mei 2022 | 11:22 WIB
New York, Beritasatu.com- Bulgaria menggunakan anjing polisi dan kekerasan lainnya untuk secara ilegal mendorong pengungsi kembali ke Turki. Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (26/55/2022), tuduhan itu dilontarkan kelompok hak asasi internasional Human Rights Watch (HRW).
Pada Kamis, Human Rights Watch menyatakan para pengungsi melaporkan dipukuli, dirampok dan ditelanjangi.
"Otoritas Bulgaria secara brutal dan serampangan mendorong kembali para migran dan pencari suaka melintasi perbatasan darat dengan Turki," kata Michelle Randhawa, petugas hak pengungsi dan migran di HRW.
Baca Juga: Kapal Migran Tenggelam di Tunisia, 75 Orang Hilang
"Uni Eropa (UE) harus memastikan bahwa Bulgaria segera menghentikan tindakan ilegal dan tidak manusiawi di perbatasannya dan mengizinkan pencari suaka mengakses prosedur suaka yang adil," seru HRW.
Pemerintah Bulgaria tidak menanggapi laporan HRW. Namun para pejabat sebelumnya membantah telah memperlakukan pengungsi dengan buruk.
HRW menyatakan telah mewawancarai 15 warga Afghanistan antara November dan April tahun lalu yang mengatakan kepada organisasi itu bahwa mereka adalah "korban dari 19 serangan balik oleh otoritas Bulgaria dari Bulgaria ke Turki".
Baca Juga: 246 Migran Ilegal Diselamatkan dari Lepas Pantai Libia
Negara Balkan berpenduduk tujuh juta ini terletak di jalur utama pengungsi dari Timur Tengah dan Afghanistan ke Eropa.
Hanya sebagian kecil dari mereka yang berencana untuk tinggal di anggota termiskin UE, menggunakan Bulgaria sebagai koridor transit dalam perjalanan mereka ke barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




