ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bos Security di Bogor Tewas setelah Cekcok dengan Istri, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Kamis, 31 Oktober 2024 | 10:47 WIB
HY
R
Penulis: Heru Yustanto | Editor: RZL
Kasus kematian pimpinan perusahaan sekuriti di Bogor.
Kasus kematian pimpinan perusahaan sekuriti di Bogor. (Beritasatu.com/Heru Yustanto)

Bogor, Beritasatu.com - Kepala Seksi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana menyatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit terkait kematian seorang pimpinan perusahaan sekuriti di Bogor yang diduga terjadi akibat cekcok dengan istrinya. Menurut Desi, hasil autopsi menjadi kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Status istri korban saat ini masih sebagai terlapor. Dalam keterangannya kepada wartawan, Desi menjelaskan aparat Reskrim Polsek Cibinong dibantu oleh Polres Bogor terus melakukan penyelidikan atas kasus meninggalnya Cecen Effendi, seorang kepala cabang perusahaan sekuriti, yang ditemukan tewas di rumahnya di kompleks Puri Nirwana 3, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Hingga kini aparat masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan pihak rumah sakit, nanti setelahnya akan dilakukan gelar perkara,” ungkap Iptu Desi Triana pada Kamis (31/10/2024) pagi.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Cecen Effendi (48), warga Perumahan Puri Nirwana 3, Kelurahan Karadenan, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas dengan luka berdarah di bagian pelipis kirinya pada Selasa pagi (29/10/2024). Istri korban, Risti, mengungkapkan korban tewas setelah terdorong dalam sebuah percekcokan. Aparat Reskrim Polsek Cibinong yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan autopsi untuk mencari kejelasan atas penyebab kematian korban.

Risti, istri korban, menuturkan percekcokan tersebut bermula dari perselisihan rumah tangga terkait kartu ATM milik korban. Perselisihan semakin memanas saat korban meminta dibuatkan mi instan, namun rasa masakan tersebut dinilai kurang enak.

“Korban sempat berkomentar bahwa rasa mi yang dibuat istrinya kurang enak,” lanjut Desi.

Dalam percekcokan itulah, menurut keterangan Risti, korban jatuh setelah ia mendorongnya saat berusaha menghindar dari kejaran korban. Pihak keluarga korban merasakan adanya kejanggalan dan meminta agar dilakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Cecen Effendi.

Korban sebelumnya  diketahui sempat mengalami stroke yang menyebabkan penurunan fungsi motorik, terutama pada bagian tangan dan kaki kiri. Korban kerap kesulitan dalam berjalan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon