ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter Kandungan Garut Tersangka Pelecehan, Langsung Ditahan

Rabu, 16 April 2025 | 21:59 WIB
HA
SM
Penulis: Herlan Kanduruan Adiwisastra | Editor: SMR
Ilustrasi korban pelecehan seksual.
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Pixabay/Anemone123)

Garut, Beritasatu.com – Seorang dokter spesialis kandungan berinisial MSF resmi ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap pasien hamil di salah satu klinik di Garut, Jawa Barat. Polisi langsung melakukan penahanan terhadap MSF usai gelar perkara di Polres Garut, Rabu (16/4/2025).

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, Komnas HAM, dan Dinas Kesehatan Jawa Barat.

“Kami juga sudah menghubungi Dewan Kehormatan Profesi Kedokteran untuk mendalami aspek etik serta meminta rekomendasi lanjutan,” ungkap Fajar.

ADVERTISEMENT

Penyidik tengah menelaah rekaman CCTV di ruang pemeriksaan, yang diduga merekam tindakan cabul sang dokter. Mereka juga sedang memastikan apakah pemasangan CCTV tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) medis.

“Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak lanjuti,” tambahnya.

Penetapan MSF sebagai tersangka didukung oleh alat bukti dan keterangan dari sejumlah saksi, mulai dari pimpinan klinik, perawat, bidan, hingga saksi ahli.

Dua Korban Sudah Melapor, Kemungkinan Lebih

Hingga kini, sudah dua pasien wanita hamil yang melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh MSF secara resmi. Namun, polisi meyakini jumlah korban bisa lebih banyak.

“Kami mengimbau korban lain untuk segera melapor. Kami pastikan perlindungan dan kerahasiaan identitas mereka,” tegas Fajar.

Proses identifikasi sempat terkendala karena kualitas video viral yang buruk, serta modus pelaku yang mengundang pasien secara personal melalui WhatsApp, menawarkan layanan gratis seperti USG.

“Karena tidak melalui sistem pendaftaran resmi, identitas pasien tidak tercatat. Ini menyulitkan penelusuran,” jelasnya.

Polisi Respons Kritik Publik

Terkait komentar publik yang menyebut “no viral, no justice”, Fajar menyatakan hal itu menjadi evaluasi penting bagi aparat.

“Masukan dari masyarakat sangat kami apresiasi. Di era media sosial, aspirasi publik adalah bagian dari kontrol demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Hasbullah Fudha'il, memastikan proses hukum telah berjalan profesional.

Alhamdulillah, pihak Polres menangani kasus ini secara profesional. Kami mendukung penuh agar mekanisme hukum berjalan dengan adil,” ujarnya terkait kasus dokter kandungan di Garut lecehkan pasien.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon