Sekda Cianjur Cecep Alamsyah Mundur dari Jabatan, Ada Apa?
Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:50 WIB
Cianjur, Beritasatu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) aktif.
Pengumuman itu ia sampaikan dalam apel pagi di Pendopo Cianjur, Jumat (29/8/2025), yang dihadiri para kepala OPD, asisten daerah, kepala badan, kepala dinas, direktur BLUD, hingga staf Setda.
Cecep menegaskan pengunduran dirinya berlaku efektif 1 September 2025. Ia menekankan, keputusan ini bukan karena alasan pribadi maupun tekanan pihak tertentu, melainkan keinginannya sendiri untuk memberi kesempatan generasi muda melanjutkan estafet kepemimpinan birokrasi di Kabupaten Cianjur.
“Kalau memang ada tekanan pasti saya akan lawan. Tidak ada yang menyuruh juga, ini murni keinginan saya. Saya ingin memberi ruang bagi generasi muda yang lebih potensial,” ujarnya.
Cecep juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama menjabat terdapat kekurangan dalam kepemimpinan. “Jika saya dikenal keras, tegas, bahkan terkesan galak, semua itu demi memastikan kita bekerja sungguh-sungguh. Namun jika cara saya menimbulkan rasa kurang nyaman, dengan tulus saya memohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Dalam refleksinya, Cecep menyebut sejumlah capaian positif Pemkab Cianjur selama ia menjabat, di antaranya Indeks Reformasi Birokrasi yang tinggi, Indeks Akuntabilitas Kinerja yang baik, pelayanan publik bernilai hijau, serta peringkat ketiga nasional untuk sektor perizinan dari 480 kabupaten/kota.
Meski demikian, ia mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satunya angka kemiskinan di Cianjur yang masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Barat.
"Tujuan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pendidikan, kesehatan, dan layanan publik. Tantangan ke depan, baik dari sisi eksternal maupun internal, harus kita hadapi dengan adaptasi cepat,” tegasnya.
Menurut Cecep, keterbatasan anggaran daerah yang hanya sekitar 25% dari total APBD, belum optimalnya retribusi daerah, serta minimnya SDM menjadi pekerjaan besar ke depan. Karena itu, ia menilai penyegaran organisasi dan semangat baru sangat dibutuhkan.
“Birokrasi dan kepala daerah adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Apa yang telah kita lakukan bersama sejauh ini sudah berada pada jalur yang benar,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




